AS Dikritik Aktivis Anti Diskriminasi, Pencekalan Wasit adalah Lelucon!

Omar Artan, Piala Dunia 2026, Piala Dunia, Donald Trump, AS Dikritik Aktivis Anti Diskriminasi, Pencekalan Wasit adalah Lelucon!

Direktur eksekutif kelompok kampanye anti-diskriminasi Fare, Piara Powar mengkritik pencekalan wasit asal Somalia, Omar Artan masuk ke Amerika Serikat.

Omar Artan merupakan wasit nomor satu di Afrika yang mendapat hak istimewa menjadi pengadil di panggung Piala Dunia 2026.

Artan juga telah terbang ke Miami dan bergabung bersama 51 wasit lainnya. Namun, ia justru dipulangkan ke Somalioa setelah pemeriksaan intensif selama 11 jam oleh petugas imigrasi.

Piara Powar menyoroti insiden tersebut sebagai lelucon karena seoarang wasit resmi FIFA justru tidak diizinkan masuk oleh tuan rumah turnamen.

"Cukup jelas bahwa kekhawatiran akan kebijakan visa ideologis dan diskriminatif dari pemerintah AS sedang terwujud," kata Piara Powar dikutip dari BBC.

"Belum pernah kita menyaksikan lelucon seperti ini: seorang wasit resmi FIFA ditolak masuk saat tiba untuk persiapan akhir," tambahnya.

Mimpi Menjadi Wasit di Piala Dunia

Artan merupakan salah satu wasit terbaik di Somalia maupun Afrika. Beberapa turnamen elite juga pernah ia pimpin.

Pada Juni 2025, Artan sempat memimpin pertandingan leg kedua final Liga Champions Afrika yang dimenangkan Pyramids FC atas Mamelodi Sundowns.

Selain itu, Artan juga ditugaskan oleh FIFA untuk memimpin tiga pertandingan di Piala Dunia U20 termasuk perebutan tempat ketiga.

Artan mengatakan jika mimpinya sebagai wasit adalah pergi ke Piala Dunia. Menurutnya, hal tersebut merupakan upah dari kerja keras yang telah diperjuangkannya.

"Ambisi setiap wasit adalah untuk pergi ke Piala Dunia," kata Artan kepada BBC Somali dalam sebuah wawancara pekan lalu.

"Saat Anda terpilih, Anda merasa bahwa semua kerja keras Anda terbayar. Upaya bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil."

Mimpi Artan sebagai wasit Somalia pertama di Piala Dunia justru terancam berakhir karena kebijakan itu. Padahal, ia mengaku memiliki dokumen yang sah.

"Saya punya dokumen yang lengkap dan semuanya benar. Saya punya visa yang sah," kata Artan.

Omar Artan, Piala Dunia 2026, Piala Dunia, Donald Trump, AS Dikritik Aktivis Anti Diskriminasi, Pencekalan Wasit adalah Lelucon!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, ketika terbang dari Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland menuju Eau Claire di Wisconsin, Jumat (5/6/2026).

Sentimen dengan Somalia

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tampaknya memiliki persepsi negatif dengan Somalia yang juga masuk ke dalam daftar negara yang dilarang masuk penuh ke wilayah mereka.

Somalia ikut bergabung dengan tiga negara lainnya seperti RD Kongo, Iran, dan Haiti yang akan berpartisipasi di Piala Dunia sebagai peserta.

Donald Trump sempat membuat pernyataan beberapa hari sebelum pengundian Piala Dunia 2026 saat menyebut Somalia dengan pernyataan bernuansa negatif.

"Somali, yang hampir bukan negara, Anda tahu, mereka tidak punya apa-apa. Mereka hanya berkeliaran saling membunuh. Tidak ada struktur."

"..imigran Somalia harus kembali ke tempat asal mereka dan bahwa AS akan menempuh jalan yang salah jika terus menerima sampah ke negara kita," kata Trump.

FIFA dalam hal ini tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki wewenang dalam kepengurusan visa.

Belum dapat dipastikan tentang sikap FIFA terhadap keputusan yang diberikan kepada Artan dan beberapa delegasi lainnya yang menghadapi masalah serupa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang