Menhan AS Hegseth Dikritik Gara-gara Sering Kutip Doa di Alkitab Demi Justifikasi Perang Iran
Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth kembali menuai kritik setelah menyampaikan doa-doa dalam Alkitab dalam sebuah upacara di Pentagon, Rabu, 15 April 2026, yang ia kaitkan dengan misi penyelamatan pilot AS di Iran awal bulan ini.
Dalam acara tersebut, Hegseth mengulangi doa kelompok penyelamat udara (CSAR) yang diambil dari adegan film Pulp Fiction karya Quentin Tarantino. Ia menyebut doa itu sebagai "Yehezkiel 25:17" dan mengatakan doa dalam Alkitab tersebut dibacakan selama misi untuk menyelamatkan pilot jet tempur F-15E AS yang ditembak jatuh di Iran.
"Jadi doanya adalah Yehezkiel 25:17 dan bunyinya, dan marilah kita berdoa bersama, ‘Jalan pilot yang jatuh dikelilingi dari segala sisi oleh ketidakadilan orang-orang egois dan tirani orang-orang jahat. Berbahagialah dia yang atas nama persahabatan dan kewajiban membimbing orang-orang yang tersesat melalui lembah kegelapan, karena dia benar-benar penjaga saudaranya dan penemu anak-anak yang hilang,’" katanya kepada mereka yang berkumpul di Departemen Pertahanan.
"Dan Aku akan menimpakan kepadamu pembalasan yang besar dan amarah yang dahsyat kepada mereka yang mencoba menangkap dan menghancurkan saudara-Ku, dan kamu akan tahu bahwa kode panggilan-Ku adalah Sandy 1 ketika Aku melampiaskan pembalasan-Ku kepadamu," tambahnya. "Amin."
Dalam film tersebut, karakter yang diperankan Samuel L. Jackson membacakan versi modifikasi dari Yehezkiel 25:17 sebelum menembak seseorang.
Ayat Alkitab yang sebenarnya berbunyi, "Dan Aku akan melaksanakan pembalasan yang besar atas mereka dengan teguran yang dahsyat; dan mereka akan tahu bahwa Akulah Tuhan, ketika Aku akan melaksanakan pembalasan-Ku atas mereka."
Video pembacaan doa itu beredar luas pada Kamis, memicu komentar warganet dan sejumlah media yang mengira Hegseth sedang mengutip ayat suci secara harfiah.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell menanggapi ejekan tersebut melalui platform X.
"Menteri Hegseth pada hari Rabu membagikan doa khusus, yang disebut sebagai doa CSAR, yang digunakan oleh para pejuang pemberani Sandy-1 yang memimpin misi penyelamatan siang hari Dude 44 Alpha dari Iran, yang jelas terinspirasi oleh dialog dalam film Pulp Fiction," tulis Parnell.
"Namun, baik doa CSAR maupun dialog dalam Pulp Fiction merupakan cerminan dari ayat Yehezkiel 25:17, seperti yang dengan jelas dikatakan oleh Menteri Hegseth dalam sambutannya pada kebaktian doa tersebut. Siapa pun yang mengatakan Menteri salah mengutip Yehezkiel 25:17 sedang menyebarkan berita palsu dan tidak mengetahui kenyataan," tambahnya.
Hegseth sendiri belakangan kerap dikritik karena sering menyebutkan Kekristenan dalam pengarahan media dan rutin mengadakan kebaktian doa bulanan di Pentagon.
Bahkan, mantan ahli strategi Gedung Putih Steve Bannon pada Kamis menyarankan Hegseth untuk mengurangi referensi keagamaan saat memberi penjelasan tentang konflik Iran, karena dinilai mengalihkan perhatian dari detail operasional militer yang disampaikan para pimpinan militer.
Hegseth melembagakan sesi doa bulanan di Pentagon selama masa jabatannya, meskipun semua pertemuan doa tersebut dipimpin oleh tokoh-tokoh evangelis, demikian dilaporkan AP.
Menurutnya, berdoa selama kebaktian keagamaan di Pentagon agar terjadi "tindakan kekerasan yang luar biasa terhadap mereka yang tidak pantas mendapatkan belas kasihan", merujuk serangan militer AS ke Iran.
Ibadah keagamaan Kristen yang diadakan pada hari Rabu di hadapan para pekerja militer dan sipil di Pentagon, adalah ibadah pertama Hegseth sejak perang Iran dimulai.
"Semoga setiap tembakan mengenai sasarannya melawan musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung," kata Hegseth dalam kebaktian doa. "Berikan mereka hikmat dalam setiap keputusan, ketahanan untuk menghadapi cobaan di depan, persatuan yang tak tergoyahkan, dan kekuatan tindakan yang dahsyat terhadap mereka yang tidak pantas mendapat belas kasihan."
Hegseth adalah anggota gereja yang berafiliasi dengan Jemaat Gereja-Gereja Injili Reformasi, yang didirikan oleh Doug Wilson, yang mengidentifikasi dirinya sebagai seorang nasionalis Kristen dan pernah memimpin sesi kebaktian doa di Pentagon.
Penggunaan keyakinan Kristen oleh Hegseth dalam perannya telah menuai kritik dan pengaduan hukum. Komentar Hegseth tentang perang Iran mencakup konteks keagamaan – ia mengatakan dalam sebuah wawancara TV bahwa AS "sedang memerangi fanatik agama yang menginginkan kemampuan nuklir untuk mewujudkan Armageddon versi agama".
Para veteran militer mengkritik bahwa penggunaan agama oleh Hegseth di departemen tersebut menyebabkan perpecahan dan dapat melemahkan militer.
"Kita akan melihat banyak nasionalis Kristen bergabung dengan militer," kata Kristofer Goldsmith, seorang veteran perang Irak dan CEO dari lembaga pengawas nirlaba Task Force Butler, kepada Guardian tahun lalu. "Mereka tidak akan berkinerja baik, dan keamanan nasional kita akan menderita selama satu generasi karenanya, karena mereka yang tidak gagal akan menjadi pemimpin yang berbahaya."