Pejabat AS Tuduh Wasit Somalia Omar Artan Punya Hubungan dengan Terorisme

Omar Artan, Pejabat AS Tuduh Wasit Somalia Omar Artan Punya Hubungan dengan Terorisme

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan dilarang menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026 dan dipulangkan ke negaranya.

Omar Artan merupakan salah satu wasit terbaik asal Afrika berpengalaman yang menjadi salah satu dari 52 wasit lain yang mendapat hak istimewa menjadi pengadil di ajang kali ini.

Mimpi yang sudah di depan mata justru sirna saat Artan melakukan pemeriksaan intensif oleh petugas imigrasi.

Imigrasi Amerika Serikat belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pemulangan Artan.

Namun, Somalia termasuk salah satu negara yang tercantum dalam kebijakan larangan perjalanan yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Polemik tersebut berbuntut panjang usai salah seorang pejabat di Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Dituduh Terjerat Terorisme

Mengutip dari ESPN, pejabat tersebut mengklaim bahwa Omar Artan ditolak masuk karena "terkait dengan anggota organisasi teror yang dicurigai."

Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah yang dilindungi oleh undang-undang privasi visa.

Sementara itu, direktur eksekutfi Gugus Tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan bahwa Artan ditolak masuk karena "alasan yang sangat baik" meski ia menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS dalam sebuah pernyataan menyebut Artan ditolak masuk di Bandara Internasional Miami karena "masalah pemeriksaan," 

Walau begitu, Kedutaan Besar Somalia di Kenya yang memprosesnya mengklaim bahwa Artan telah diberikan visa untuk melakukan perjalanan ke AS minggu lalu.

Omar Artan, Pejabat AS Tuduh Wasit Somalia Omar Artan Punya Hubungan dengan Terorisme

Omar Abdulkadir Artan (kanan), wasit asal Somalia, dicoret dari Piala Dunia karena ditolak masuk Amerika Serikat.

Ditanya Seputar Politik Somalia

Dalam keterangannya kepada The New York Times, Artan diinterogasi oleh petugas perbatasan selama 11 jam.

Artan dicecar pertanyaan seputar perjalanan ke AS dan menanyainya tentang politik Somalia dan kelompok militan al-Shabab yang sedang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah di sana. 

Menanggapi hal tersebut, Artan hanya menunjukkan kepada mereka dokumen FIFA dan foto-foto dari karier wasitnya.

Setelah diinterogasi, Artan justru dimasukkan ke dalam sel tahanan dan dikirim kembali dengan pesawat ke Istanbul.

"Saya rasa mereka punya masalah dengan negara saya," kata Artan.

"Saya punya dokumen yang lengkap dan semuanya benar. Saya punya visa yang sah," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang