Mengapa Baterai Motor Listrik SLA Cepat Rusak?
Pengguna motor listrik perlu memahami karakteristik baterai yang digunakan pada kendaraannya.
Sebab cara pemakaian yang kurang tepat dapat membuat usia baterai menjadi lebih pendek dan performanya cepat menurun.
Salah satu jenis baterai yang masih digunakan pada sebagian motor listrik dan banyak ditemukan pada sepeda listrik adalah baterai SLA (Sealed Lead Acid).
Baterai ini merupakan baterai timbal-asam tertutup yang memiliki harga relatif lebih terjangkau dibandingkan baterai lithium.
Meski demikian baterai SLA memiliki karakteristik berbeda dengan baterai lithium. Pengguna harus lebih memperhatikan pola pemakaian agar baterai tidak cepat rusak.
Baterai motor listrik Greentech, berjenis Sealed Lead Acid (SLA) tapi bisa di swap
Penyebab Utama
Abdulah dari Dolland Motor Electric mengatakan, kesalahan penggunaan masih menjadi penyebab utama kerusakan baterai SLA. Menurut dia, banyak pengguna yang membiarkan baterai terkuras hingga benar-benar habis sebelum diisi ulang.
"Mayoritas baterai, kalau kita bagi tipe-tipenya dulu kali ya, ada SLA, ada litium, LiFePO4, gitu ya. Anggap dua dulu gitu ya," kata Abdul panggilannya kepada Kompas.com, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa baterai SLA lebih rentan mengalami penurunan performa apabila terlalu sering digunakan sampai kapasitasnya habis total.
"Kalau SLA itu kebanyakan rata-rata salah penggunaannya. Ya yang banyak menggunakan, di sepeda listrik. Kalau motor listrik memang masih ada sebagian yang pakai. Tapi rata-rata pemakaiannya itu dia over. Karena juga ada faktor dari motornya sendiri, indikator baterainya kurang akurat," ujarnya.
Contoh baterai motor listrik jenis Sealed Lead Acid (SLA) yang mati total. Supaya bisa hidup, harus menggunakan proses slow charge
Indikator Salah
Menurut Abdul, indikator baterai pada beberapa kendaraan terkadang tidak menunjukkan kapasitas yang benar-benar akurat.
Akibatnya, pengguna baru menyadari baterai hampir habis ketika tenaga kendaraan sudah menurun drastis atau bahkan mati mendadak.
Kondisi tersebut membuat baterai SLA sering mengalami deep discharge atau pengosongan daya hingga level yang sangat rendah. Jika terjadi berulang kali, komponen di dalam baterai bisa mengalami kerusakan.
"Jadi rata-rata pengguna pakai ternyata tiba-tiba habis, gitu. Jadi kendalanya nanti ada yang selnya bengkak. Ada yang drop, tapi selnya masih bagus, tapi drop, gitu. Karena tadi sering dikuras habis, gitu," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang