Kenali Ciri-Ciri Baterai Motor Listrik Mulai Rusak, Jangan Abaikan Gejalanya

motor listrik, Kenali Ciri-Ciri Baterai Motor Listrik Mulai Rusak, Jangan Abaikan Gejalanya

Menggunakan kendaraan listrik (EV) seperti motor listrik memang menawarkan banyak keuntungan, mulai dari hemat biaya operasional hingga perawatan rutin yang sangat mudah.

Namun, komponen paling krusial pada EV adalah baterai, dan sebagai pengguna, penting untuk mengetahui kapan komponen penyimpan daya ini mulai mengalami penurunan performa atau kerusakan.

Gejala baterai yang mulai rusak ternyata berbeda-beda, tergantung pada jenis baterai yang tertanam pada kendaraan tersebut.

motor listrik, Kenali Ciri-Ciri Baterai Motor Listrik Mulai Rusak, Jangan Abaikan Gejalanya

Test ride motor listrik Alva N3

Hernest, Owner dari Bogor Battery Electric Motion (BEMo), bengkel spesialis baterai kendaraan listrik, menjelaskan bahwa cara mendeteksi kerusakan motor yang masih menggunakan aki SLA (Sealed Lead Acid) jauh lebih mudah terlihat secara fisik maupun indikator.

"Paling mungkin terjadi (saat rusak) adalah ketika kita gas, indikator baterainya naik turun. Begitu digas indikatornya turun, tapi ketika jalan lurus dan gasnya konstan, dia kembali stabil. Pas kita gas lagi, dia drop lagi. Itu ciri baterai sudah tidak balance (seimbang)," ujar Hernest kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain indikator yang tidak stabil, baterai jenis SLA yang sudah rusak juga sangat mudah dikenali karena bentuk fisiknya yang biasanya sudah kembung.

Gejala pada Baterai Lithium Motor Listrik

Kondisi ini berbeda dengan motor listrik modern yang sebagian besar sudah mengadopsi baterai jenis Lithium. Karena baterai Lithium dibungkus rapat oleh casing pelindung (cover), pemilik tidak bisa memantau kerusakan hanya dari perubahan fisik seperti kembung.

Ditambah lagi, mayoritas indikator atau speedometer pada motor listrik saat ini hanya membaca kapasitas daya secara keseluruhan, bukan per sel baterai secara detail. Oleh karena itu, pemilik harus peka terhadap perilaku motor saat berkendara.

"Cara gampangnya adalah lihat di indikatornya saat pemakaian. Ketika sudah di-charge penuh, tetapi pada saat dipakai mengeluarkan tenaga atau dikasih torsi (proses discharging), baterainya langsung drop drastis," kata Hernest.

Hernest menjelaskan, ketika gas diputar, indikator baterai menunjukkan 0 persen. Tapi saat dilepas, indikatornya naik lagi, itu ciri salah satu sel baterai sudah ada yang rusak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang