Enggak Semua Baterai Motor Listrik Bisa Servis, Simak Penjelasannya!

Motor Listrik, baterai SLA, baterai lithium, Enggak Semua Baterai Motor Listrik Bisa Servis, Simak Penjelasannya!

Menurunnya performa baterai menjadi salah satu masalah yang kerap ditemui pada sepeda motor listrik, terutama pada kendaraan yang sudah digunakan dalam jangka waktu lama.

Namun, kondisi tersebut tidak selalu dapat diatasi dengan servis atau perbaikan.

Owner Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengatakan bahwa keputusan untuk memperbaiki atau mengganti baterai ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap tingkat kesehatan baterai.

Motor Listrik, baterai SLA, baterai lithium, Enggak Semua Baterai Motor Listrik Bisa Servis, Simak Penjelasannya!

Bengkel motor listrik DyVolt

“Tidak semua baterai bisa diservis. Jadi harus dicek dulu apakah baterainya masih layak digunakan kembali atau memang masa pakainya sudah habis,” kata Adi kepada Kompas.com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).

Menurut dia, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan baterai sudah mencapai akhir usia pakai, maka penggantian menjadi solusi yang lebih disarankan dibandingkan melakukan perbaikan.

Langkah ini dinilai lebih ekonomis dalam jangka panjang dibandingkan melakukan perbaikan pada baterai yang kondisinya sudah menurun secara menyeluruh.

Baterai SLA dan Lithium Berbeda

Adi menjelaskan, metode pemeriksaan berbeda antara baterai SLA (Sealed Lead Acid) dan baterai lithium yang umum digunakan pada motor listrik.

Untuk baterai SLA atau aki kering, kondisi fisik menjadi indikator awal yang mudah dikenali. Jika ditemukan tanda-tanda seperti bodi aki menggelembung atau kembung, baterai umumnya sudah tidak layak digunakan dan perlu diganti.

Motor Listrik, baterai SLA, baterai lithium, Enggak Semua Baterai Motor Listrik Bisa Servis, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi baterai motor listrik

“Kalau di aki SLA, kalau akinya sudah kembung, kami selalu merekomendasikan untuk dilakukan penggantian,” kata Adi.

Sementara pemeriksaan baterai lithium membutuhkan analisis yang lebih mendalam. Teknisi akan mengecek sejumlah parameter, mulai dari usia baterai, State of Health (SOH), State of Charge (SOC), hingga jumlah siklus pengisian dan pengosongan daya atau cycle.

Menurut Adi, jumlah cycle menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui tingkat keausan baterai. Semakin tinggi angka cycle, semakin besar penurunan performa sel akibat penggunaan berulang.

Karena itu, baterai dengan jumlah cycle yang masih relatif rendah biasanya masih memiliki peluang untuk diperbaiki.

Sebaliknya, jika jumlah cycle sudah sangat tinggi, perbaikan dinilai kurang efektif karena risiko kerusakan susulan pada sel lain menjadi lebih besar.

“Kalau cycle-nya masih rendah, biasanya kami masih berani melakukan perbaikan. Tapi kalau cycle-nya sudah sangat tinggi, kami biasanya merekomendasikan penggantian,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, baterai dengan tingkat keausan yang tinggi kerap mengalami kerusakan berantai. Saat satu sel diperbaiki atau diganti, sel lain yang usianya hampir sama berpotensi mengalami penurunan performa dalam waktu yang tidak lama.

“Karena pada saat diperbaiki, kalau cycle-nya sudah tinggi biasanya tidak lama yang lain ikut rusak atau mati,” kata Adi.

Motor Listrik, baterai SLA, baterai lithium, Enggak Semua Baterai Motor Listrik Bisa Servis, Simak Penjelasannya!

Baterai motor listrik Kupprum URB-X

Bisa Ganti Sebagian Sel Baterai

Meski demikian, kerusakan baterai tidak selalu mengharuskan penggantian satu paket secara penuh. Pada kondisi tertentu, perbaikan dapat dilakukan dengan mengganti sel yang mengalami kerusakan.

Adi mencontohkan, pada baterai SLA yang terdiri dari beberapa sel, teknisi dapat mengganti satu atau dua sel yang rusak, sementara sel lainnya tetap digunakan.

“Kalau yang rusak cuma satu atau dua, biasanya kami ganti satu atau dua sel saja. Yang lainnya masih dipakai,” ujarnya.

Prinsip serupa juga berlaku pada baterai lithium yang tersusun dari banyak sel individual. Namun, keputusan tersebut tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kondisi keseluruhan baterai.

“Di baterai lithium juga sama. Kami cek dulu, kalau memang masih layak dilakukan penggantian sebagian, kami lakukan penggantian sebagian. Tapi kalau sudah tidak layak, maka kami lakukan penggantian semuanya,” kata Adi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang