Bintik Hitam Sering Muncul di Hokkien Mee, Apakah Aman Dikonsumsi?

Hokkien Mee, Bintik Hitam Sering Muncul di Hokkien Mee, Apakah Aman Dikonsumsi?

bintik hitam kecil yang sering terlihat menempel pada mi Hokkien mee belakangan menjadi perbincangan di kalangan pencinta kuliner Singapura.

Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian dari proses memasak, sementara yang lain khawatir bintik tersebut berasal dari wajan yang kotor atau bahkan berbahaya bagi kesehatan.

Menanggapi hal itu, Lucy Chng dari Hoe Hokkien Mee mengatakan bahwa bintik hitam sebenarnya dapat muncul selama proses memasak dengan api besar.

"Kami ingin menyajikan Hokkien mee yang juga kami sukai untuk disantap sendiri. Jika satu piring penuh dengan bintik hitam, itu tanda wajannya tidak dibersihkan," ujarnya dilansir dari The Strait Times, Jumat (5/6/2026). 

Hokkien mee sendiri merupakan hidangan mi goreng khas yang populer di Singapura dan Malaysia.

Sajian ini umumnya dibuat dari campuran mi kuning dan bihun yang dimasak menggunakan kaldu udang, kemudian dipadukan dengan seafood, telur, serta aneka bumbu yang dimasak dalam wajan bersuhu tinggi.

Apa penyebab bintik hitam pada Hokkien Mee?

Proses memasak Hokkien mee memang identik dengan penggunaan api besar untuk menghasilkan cita rasa khas.

Hokkien Mee, Bintik Hitam Sering Muncul di Hokkien Mee, Apakah Aman Dikonsumsi?

Bintik hitam pada Hokkien mee memicu perdebatan di kalangan pencinta kuliner Singapura.

Dilansir dari CNA Lifestyle, Jumat (5/6/2026), salah satu penjual Hokkien mee, Toh Seng Wang, memasak mi dengan beberapa kali tambahan kaldu udang sambil terus mengaduk bahan di dalam wajan.

Mi kemudian ditutup agar menyerap kaldu sebelum kembali ditumis hingga seluruh bahan tercampur merata.

Aroma tersebut terbentuk ketika bahan makanan terkena panas tinggi sehingga terjadi proses pencokelatan dan karamelisasi yang menghasilkan cita rasa berasap.

Dalam proses tersebut, sebagian kecil bawang putih, telur, mi, maupun sisa bumbu yang menempel pada permukaan wajan dapat mengalami gosong ringan dan berubah menjadi partikel berwarna gelap.

Partikel inilah yang kemudian terlihat sebagai bintik hitam pada Hokkien mee.

Dilansir dari The Straits Times, Jumat (5/6/2026), sejumlah penjual Hokkien mee di Singapura menjelaskan bahwa bintik hitam tersebut umumnya bukan berasal dari serpihan logam wajan, melainkan residu makanan yang hangus akibat proses memasak dengan suhu tinggi.

Apakah aman untuk dikonsumsi?

Meski terlihat kurang menarik bagi sebagian orang, para ahli pangan dan kesehatan menyebut bintik hitam pada Hokkien mee umumnya tidak berasal dari serpihan logam.

Hokkien Mee, Bintik Hitam Sering Muncul di Hokkien Mee, Apakah Aman Dikonsumsi?

Hokkien mee kembali menjadi perbincangan setelah kemunculan bintik hitam pada hidangan ini memicu diskusi soal teknik memasak dan keamanan pangan.

Dr. Gloria Chan dari National University Cancer Institute Singapore menjelaskan bahwa partikel hitam tersebut biasanya merupakan residu makanan yang hangus akibat suhu memasak yang sangat tinggi dilansir dari The Straits Times, Jumat (5/6/2026).


Makanan yang mengalami pembakaran pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa kimia seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dan heterocyclic amines (HCA).

HCA terbentuk ketika protein, gula, dan senyawa alami pada bahan pangan bereaksi pada suhu tinggi. Sementara itu, PAH dapat terbentuk ketika lemak atau cairan makanan terkena panas ekstrem hingga menghasilkan asap yang mengandung senyawa tersebut, dilansir dari National Cancer Institute, Jumat (5/6/2026).

Kedua senyawa ini dalam jumlah besar diketahui memiliki potensi karsinogenik berdasarkan sejumlah penelitian pada hewan.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti klinis yang menunjukkan bahwa konsumsi sesekali partikel hangus dalam satu porsi Hokkien mee dapat secara signifikan meningkatkan risiko kanker pada manusia. 

Karena itu, masyarakat disarankan tetap menerapkan pola makan seimbang serta membatasi konsumsi makanan yang terlalu gosong.

Sementara itu, ahli gizi dari Mount Elizabeth Novena Hospital, Louis Yap Wei Ming, menjelaskan bahwa bintik hitam yang ditemukan pada Hokkien mee umumnya berasal dari residu bahan makanan yang terbakar selama proses memasak, bukan dari serpihan logam atau kontaminasi wajan dilansir dari The Straits Times, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan penjelasan para ahli, kemunculan bintik hitam pada Hokkien mee lebih banyak berkaitan dengan teknik memasak menggunakan api besar yang menjadi ciri khas hidangan tersebut.

Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan yang beragam, keberadaan partikel hangus dalam jumlah kecil umumnya tidak dianggap sebagai risiko kesehatan yang signifikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang