Kusam-Flek Hitam Sering Dialami Orang Indonesia, Ini Tips Pilih Skincare yang Cocok untuk Kulit Tropis

Ilustrasi Penggunaan Skincare
Ilustrasi Penggunaan Skincare

 Iklim tropis dengan paparan matahari tinggi, kelembapan besar, dan suhu hangat sepanjang tahun membuat masyarakat Indonesia rentan mengalami masalah kulit seperti kusam, flek hitam, serta sensitivitas. Kondisi ini membuat kebutuhan akan produk perawatan kulit yang lebih sesuai dengan karakter kulit tropis semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Masalah tersebut umumnya dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana namun konsisten, seperti menggunakan sunscreen setiap hari, memilih bahan pencerah yang lembut seperti niacinamide atau alpha arbutin, memperkuat skin barrier dengan hidrasi cukup, serta menghindari eksfoliasi berlebih yang dapat memicu iritasi dan memperparah hiperpigmentasi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Kebiasaan gaya hidup seperti hidrasi tubuh, tidur cukup, dan menghindari paparan matahari langsung juga berperan penting dalam mencegah munculnya noda baru. Dengan kombinasi perawatan yang tepat dan perlindungan harian, kulit tropis tetap dapat tampil cerah, merata, dan sehat meski berada di lingkungan panas dan lembap.

Pendiri Elfisha Skin, Alfi Chantika, mengungkap, masalah seperti hiperpigmentasi dan warna kulit tidak merata disebut menjadi keluhan yang paling sering muncul akibat sinar UV yang kuat di wilayah tropis.

“Produk dengan bahan brightening lembut, hidrasi cukup, serta perlindungan harian kerap menjadi pilihan pengguna,” ujar Alfi dalam keterangannya, dikutip Sabtu 22 November 2025.

Fenomena tingginya kebutuhan perawatan kulit tropis juga sejalan dengan munculnya brand-brand lokal yang mulai memerhatikan formulasi yang relevan. Salah satunya adalah Elfisha Skin, brand skincare asal Caruban, Kabupaten Madiun.

Alfi lebih lanjut menyebut bahwa kebutuhan perempuan Indonesia terhadap produk yang sesuai dengan kondisi kulit tropis menjadi alasan utama lahirnya brand tersebut.

“Kami ingin menghadirkan produk lokal yang benar-benar menjawab kebutuhan kulit masyarakat Indonesia. Formulasi kami disesuaikan dengan karakter kulit tropis yang rentan kusam dan mudah muncul flek,” ujar Alfi.

Co-founder Elfisha Skin, Elloy Doohan, membeberkan bahwa masyarakat kini lebih banyak memilih produk berdasarkan pengalaman pengguna lain.

“Banyak pengguna mencoba dan mengunggah hasilnya. Dari situ permintaan meningkat sangat cepat dan jangkauan kami meluas ke berbagai daerah,” jelas Elloy.

Selain berkembang secara bisnis, brand tersebut juga tengah bersiap menyambut anniversary ke-4 dengan pendekatan berbeda dari perayaan kecantikan pada umumnya—yakni pagelaran wayang kulit berskala besar yang dipersiapkan menuju rekor MURI.

Sang owner menekankan bahwa kecantikan dan budaya memiliki benang merah dalam nilai autentik.

“Siapa lagi kalau bukan kita?” ujar sang owner.

“Budaya asli Indonesia tidak boleh hanya menjadi kenangan. Kita harus memperkenalkannya kembali dengan cara yang megah, relevan, dan membanggakan,” pungkasnya.