Kenapa Overthinking Sering Muncul di Malam Hari? Ini Penjelasannya

Banyak orang merasa pikirannya justru paling “ramai” saat malam hari.
Ketika lampu kamar dimatikan dan tubuh bersiap untuk tidur, berbagai kekhawatiran tentang pekerjaan, hubungan, hingga masa depan tiba-tiba muncul tanpa diundang.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan subjektif, tetapi memiliki penjelasan psikologis dan biologis.
Mengutip penjelasan dari Healthline, kecemasan di malam hari atau night anxiety kerap terjadi karena minimnya distraksi.
Pada siang hari, otak disibukkan oleh aktivitas, percakapan, notifikasi, dan berbagai tuntutan.
Ketika semua itu berhenti, pikiran memiliki ruang kosong yang membuat kekhawatiran terasa lebih jelas dan lebih keras.
Minim Distraksi, Pikiran Jadi Lebih Bising
Dikutip dari Healthline, otak manusia cenderung terus memproses informasi.
Saat siang hari, fokus kita terpecah oleh pekerjaan dan aktivitas sosial.
Namun ketika malam tiba dan suasana lebih sunyi, perhatian menjadi terpusat ke dalam diri sendiri.
Dalam kondisi ini, pikiran yang sebelumnya “tertunda” bisa muncul kembali.
hal kecil yang mungkin tak terlalu dipikirkan siang tadi bisa berubah menjadi kekhawatiran besar.
Itulah mengapa overthinking sering terasa lebih intens menjelang tidur.
Ilustrasi overthinking
Kelelahan Mental Membuat Kontrol Emosi Melemah
Faktor lain yang berperan adalah kelelahan mental. Setelah seharian beraktivitas, kemampuan otak untuk mengatur emosi dan pikiran negatif ikut menurun.
Secara sederhana, “rem” mental kita tidak sekuat saat pagi hari.
Dalam kajian psikologi kognitif, kontrol diri dan regulasi emosi membutuhkan energi.
Ketika energi itu terkuras, pikiran cenderung lebih mudah masuk ke pola ruminasi yakni memikirkan hal yang sama berulang-ulang tanpa solusi jelas.
Ruminasi inilah yang sering kita sebut sebagai overthinking.
Peran Hormon dan Ritme Sirkadian
Secara biologis, tubuh manusia mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis 24 jam.
Pada malam hari, hormon kortisol, yang berkaitan dengan respons stres seharusnya menurun agar tubuh bisa beristirahat.
Namun pada orang yang memiliki tingkat kecemasan lebih tinggi, respons stres bisa tetap aktif.
Akibatnya, tubuh terasa lelah tetapi pikiran tetap siaga.
Kondisi ini membuat seseorang sulit mematikan alur pikirannya sendiri.
Selain itu, berbaring di tempat tidur tanpa aktivitas fisik juga membuat sensasi tubuh (seperti detak jantung atau napas) terasa lebih jelas.
Bagi sebagian orang, sensasi ini bisa memicu kekhawatiran tambahan.
Overthinking di Malam Hari, Wajar atau Perlu Diwaspadai?
Sesekali overthinking sebelum tidur masih tergolong wajar, terutama jika sedang menghadapi masalah atau tekanan tertentu.
Namun jika kondisi ini terjadi hampir setiap malam, mengganggu kualitas tidur, atau memicu gejala fisik seperti jantung berdebar dan sesak, ada baiknya mempertimbangkan bantuan profesional.
Kurang tidur yang berlangsung lama juga bisa memperburuk kecemasan, menciptakan lingkaran yang sulit diputus: cemas membuat sulit tidur, dan kurang tidur membuat cemas semakin parah.
Cara Mengurangi Overthinking sebelum Tidur
Beberapa strategi sederhana bisa membantu menenangkan pikiran di malam hari:
- Buat rutinitas tidur yang konsisten. Tidur dan bangun di jam yang sama membantu tubuh beradaptasi.
- Batasi paparan layar sebelum tidur. Cahaya biru dari gawai dapat mengganggu produksi melatonin.
- Tulis kekhawatiran di jurnal. Menuangkan pikiran ke kertas membantu “memindahkan” beban dari kepala.
- Latihan pernapasan atau relaksasi. Teknik pernapasan dalam dapat membantu sistem saraf menjadi lebih tenang.
- Hindari kafein di malam hari.
Pada akhirnya, overthinking di malam hari bukan tanda kelemahan. Itu adalah cara otak memproses hal-hal yang belum selesai.
Namun jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Malam seharusnya menjadi waktu istirahat, bukan ajang bertarung dengan pikiran sendiri.
Jika kamu sering mengalaminya, mungkin ini saatnya memberi perhatian lebih pada kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang