BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Pemerintah bersiap memasuki babak baru dalam penggunaan bahan bakar nabati di sektor transportasi. Mulai semester II 2026, seluruh badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) diwajibkan mencampurkan etanol sebesar 5 persen ke dalam bensin melalui program E5.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan akan berlaku untuk BBM non-public service obligation (PSO) atau BBM nonsubsidi di seluruh Pulau Jawa.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon.

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

"Jadi untuk semester II tahun 2026 ini, seluruh badan usaha BBM wajib melakukan pencampuran. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Namun, bagaimana dampaknya bagi kendaraan yang sehari-hari menggunakan bensin? Apakah bioetanol membawa manfaat atau justru berpotensi menimbulkan masalah?

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Kemenhut meresmikan projek pilot bioetanol dari aren Pertamina NRE.

Etanol Meningkatkan Oktan

Pakar bahan bakar dan pelumas dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan bahwa penggunaan etanol dalam jumlah tertentu sebenarnya bukan hal baru dalam industri otomotif global.

Bahkan, kendaraan modern pada umumnya sudah dirancang untuk menerima campuran etanol dalam kadar tertentu.

“Mobil maupun sepeda motor di Indonesia yang sudah mengikuti regulasi emisi terakhir bisa menggunakan bensin campur etanol sampai 10 persen,” ujar Yus kepada Kompas.com (4/6/2026).

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Toyota pamerkan mobil dengan bahan bakar bioetanol di GIIAS 2025

Menurut Yus, salah satu keunggulan utama etanol adalah kemampuannya meningkatkan angka oktan bahan bakar. Oktan yang lebih tinggi membantu proses pembakaran menjadi lebih baik dan mengurangi potensi knocking pada mesin.

"Pertama, pengaruh positifnya menaikkan oktan. Kedua, berkontribusi mengurangi emisi CO2," ucapnya.

Dari sisi lingkungan, etanol juga dianggap lebih ramah dibanding bahan bakar fosil murni karena berasal dari sumber hayati seperti tebu atau tanaman lainnya.

Karbon yang dilepaskan saat pembakaran sebagian telah diserap kembali oleh tanaman selama masa pertumbuhannya.

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Ilustrasi knalpot motor Yamaha R25 terbaru

"Jadi, siklusnya kan pendek ya. Maka itu, disebut sebagai carbon neutral, tidak menambahkan CO2 di udara," kata dia.

Pandangan serupa juga disampaikan Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Menurutnya, mayoritas kendaraan modern saat ini sudah kompatibel dengan campuran etanol hingga 10 persen.

“Berdasarkan owner’s manual, sebagian besar produk kami sejak 2010 sudah dinyatakan kompatibel dengan penggunaan etanol hingga 10 persen, bahkan beberapa model mampu menerima campuran hingga 20 persen,” ucap Victor.

“Artinya, secara umum tidak ada kendala berarti dalam menyikapi rencana pemerintah terkait penggunaan etanol sebagai campuran BBM,” ujarnya.

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Ilustrasi servis motor

Kendaraan Lama Berpotensi Mengalami Masalah

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak selalu berlaku untuk seluruh kendaraan yang beredar di Indonesia, terutama kendaraan berusia tua.

Yus menjelaskan bahwa etanol memiliki sifat higroskopis atau mudah menyerap air dari udara. Karakter ini berpotensi menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar kendaraan yang belum dirancang untuk menggunakan etanol.

“Pada kendaraan lama, material yang terbuat dari paduan karet alam akan mengalami swelling (melar) dan material logam yang tidak tahan korosi akan terkorosi,” katanya.

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di lampu lalu lintas di jalur Kalimalang, simpang BCP, Jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (16/3/2026) pagi.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki iklim tropis yang lembap. Dalam kondisi tertentu, kandungan air pada bahan bakar dapat meningkat dan memicu terbentuknya air bebas di dalam tangki yang berpotensi mempercepat korosi.

Sementara itu, Victor mengatakan bahwa etanol memiliki sifat polar yang dapat meluruhkan ion logam, melunakkan komponen berbahan karet atau plastik, serta memiliki kandungan energi lebih rendah dibanding bensin konvensional.

“Etanol, seperti yang sudah umum diketahui adalah memiliki karakter higroskopis. Karakter yang lain adalah bersifat polar dimana sifat etanol itu mampu meluruhkan ion logam, melunakan karet atau plastik, termasuk bisa menjadi oksidator walau dalam kategori lemah,” katanya.

BBM nonsubsidi, bioetanol, etanol, BBM Wajib Dicampur Bioetanol, Apakah Aman untuk Kendaraan?

Ilustrasi BBM dengan campuran etanol

Meski ada sejumlah tantangan teknis, para ahli sepakat bahwa campuran etanol 5 persen seperti yang akan diterapkan pemerintah masih berada dalam batas aman bagi sebagian besar kendaraan modern.

Tantangan terbesar justru ada pada kendaraan lama yang masih banyak beroperasi di Indonesia dan belum tentu menggunakan material yang kompatibel dengan etanol.

Karena itu, pemilik kendaraan disarankan memahami spesifikasi kendaraannya, termasuk rekomendasi bahan bakar yang tercantum pada buku manual.

Dengan kadar campuran yang relatif rendah, program E5 diyakini dapat menjadi langkah awal menuju penggunaan energi yang lebih bersih tanpa memberikan dampak signifikan terhadap kendaraan yang telah memenuhi standar teknologi terkini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang