Mengenal Standar CLTC yang Sering Muncul di Mobil Listrik
Saat melihat spesifikasi mobil listrik, konsumen biasanya menemukan informasi jarak tempuh berdasarkan standar WLTP atau malah NEDC.
Namun semakin banyak pabrikan yang juga mencantumkan angka jarak tempuh berdasarkan standar CLTC atau China Light-Duty Vehicle Test Cycle pada brosur dan materi promosi.
Dilansir dari xnmotors, CLTC merupakan siklus pengujian yang digunakan untuk mengukur jarak tempuh dan konsumsi energi kendaraan listrik, khususnya di China.
Standar ini dikembangkan untuk mensimulasikan kondisi berkendara yang umum terjadi di kota-kota China, seperti lalu lintas padat, kecepatan rata-rata yang relatif rendah, sering berhenti dan berjalan (stop and go), serta pola akselerasi yang beragam.
Geely Starray EM-i (kiri) dan BYD M6 DM (kanan)
Karena dirancang sesuai kondisi perkotaan, hasil pengujian CLTC dinilai cukup relevan bagi pengguna yang banyak berkendara di area dengan kepadatan lalu lintas tinggi.
CLTC
Standar CLTC umumnya menghasilkan angka jarak tempuh yang lebih tinggi dibandingkan standar lain atau dalam hal ini WLTP dan NEDC.
Hal ini karena pengujiannya lebih banyak meniru kondisi berkendara dalam kota dengan kecepatan rendah dan sering berhenti, situasi yang cenderung lebih efisien bagi kendaraan listrik.
Bagi pengguna yang mayoritas berkendara di perkotaan, angka CLTC dapat memberikan gambaran yang cukup mendekati kondisi sebenarnya.
Jaecoo J5
Standar CLTC digunakan terutama di China. Karena itu, kendaraan listrik yang dipasarkan di negara tersebut umumnya menampilkan angka jarak tempuh berdasarkan metode pengujian ini.
Sementara itu, mobil yang dipasarkan di Eropa biasanya menggunakan WLTP, sedangkan pasar Amerika Serikat memakai EPA.
Jika konsumen membandingkan model global seperti Tesla, Nio, BYD, atau merek lain yang dijual di berbagai negara, penting untuk mengetahui standar pengujian yang digunakan agar tidak salah menafsirkan kemampuan sebenarnya.
Meski dirancang untuk mencerminkan kondisi lalu lintas perkotaan di China, hasil CLTC belum tentu sama dengan pengalaman pengguna sehari-hari.
Pengendara yang sering melaju di jalan tol, melakukan perjalanan jarak jauh, atau berkendara dengan kecepatan tinggi kemungkinan akan mendapatkan jarak tempuh yang lebih rendah dibandingkan angka yang tercantum.
Ilustrasi baterai mobil listrik
Baterai
Seperti baterai pada umumnya, baterai kendaraan listrik juga mengalami degradasi seiring waktu dan penggunaan.
Angka CLTC yang dicantumkan pabrikan diperoleh dari kendaraan baru dengan kondisi baterai terbaik.
Setelah digunakan selama beberapa tahun, kapasitas baterai akan berkurang sehingga jarak tempuh juga ikut menurun.
Meski demikian, sebagian besar produsen kendaraan listrik saat ini telah memberikan garansi baterai untuk menjaga kepercayaan konsumen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang