Jangan Keliru, Vegetarian dan Vegan Ternyata Berbeda

Jangan Keliru, Vegetarian dan Vegan Ternyata Berbeda

Masih banyak yang menganggap bahwa vegetarian dan vegan adalah pola makan yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan cukup mendasar, terutama dalam jenis makanan yang dikonsumsi.

"Jadi sebenarnya dua pola makan ini sama-sama menghindari produk dari hewani. Bedanya, kalau vegetarian itu untuk produk turunan hewani masih bisa dikonsumsi," kata Co-Founder Jakarta Vegetarian Community, Vyvy Kecesy.

Hal itu disampaikan Vyvy  ketika ditemui Kompas.com di Jakarta Vegetarian Week 2026 pada Selasa (12/5/2026).

Walaupun tidak dapat menikmati daging hewani, kelompok vegetarian masih bisa mengonsumsi telur, susu, dan madu yang merupakan produk turunan hewani.

Sebaliknya, vegan merupakan kelompok vegetarian murni yang tidak mengonsumsi daging hewani maupun produk turunannya.

"Jadi mereka produk turunannya, seperti telur, susu, dan misalnya kalau kita makan es krim ada mengandung dairy-nya, juga juga tidak dikonsumsi oleh vegan," jelas Vyvy.

Apa saja yang dimakan oleh vegetarian dan vegan?

Bukan cuma sayuran, makanan vegan kini beragam

Jangan Keliru, Vegetarian dan Vegan Ternyata Berbeda

Aneka makanan di Jakarta Vegetarian Week 2026 digelar. Acara ini digelar selama sepekan mulai Selasa (12/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026) mendatang.

Kelompok vegetarian dan vegan sering kali dianggap sebagai pegiat hidup sehat karena opsi makanannya mayoritas berasal dari sayur-sayuran. Saat ini, opsi makanan vegetarian dan vegan terus bertambah banyak.

Meskipun tidak mengonsumsi daging dan turunannya, kelompok vegetarian dan vegan tetap bisa menikmati makanan dan minuman serupa dengan yang biasa dikonsumsi oleh kelompok nonvegetarian.

Seperti susu nabati yang dibuat dari kacang-kacangan dengan konsistensi mirip susu sapi, sampai daging nabati yang banyak dinikmati oleh vegetarian dan vegan.

Jangan Keliru, Vegetarian dan Vegan Ternyata Berbeda

Co-Founder Jakarta Vegetarian Community, Vyvy Kecesy, di Jakarta Vegetarian Week 2026 pada Selasa (12/5/2026).

"Jadi sebenarnya (daging nabati) itu adalah hasil kreativitas dari para industri dan pelaku UMKM vegetarian. Mereka mencoba mencari tekstur yang menyerupai daging dan biasanya itu ditemukan dari beberapa produk," ungkap Vyvy.

Misalnya, daging nabati dari jamur sampai soya atau olahan kedelai seperti tahu dan tempe, yang dibuat bercita rasa dan memiliki tekstur menyerupai daging.

"Jadi kalau misalnya masih ada yang bilang vegetarian atau vegan kok makanya tepung doang itu salah karena kebanyakan tuh justru daging-dagingnya lebih alami menggunakan jamur-jamuran dan soya," pungkas dia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang