Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong

berbohong, Gaslighting adalah, Gaslighting, perbedaan gaslighting dan berbohong, berbohong adalah, konflik pasangan, Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong, Apa itu gaslighting?, Apa itu berbohong?, Apa saja perbedaan gaslighting dan berbohong?, Cara menghadapi gaslighting dan kebohongan

Meski sama-sama melibatkan ketidakjujuran, gaslighting dan bohong memiliki perbedaan yang sangat penting untuk dikenali.

Psikolog holistik Dr. Scott Lyons, PhD menjelaskan, memahami perbedaan keduanya membantu seseorang melindungi diri dari manipulasi emosional dan menjaga kesehatan mental.

Apa itu gaslighting?

berbohong, Gaslighting adalah, Gaslighting, perbedaan gaslighting dan berbohong, berbohong adalah, konflik pasangan, Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong, Apa itu gaslighting?, Apa itu berbohong?, Apa saja perbedaan gaslighting dan berbohong?, Cara menghadapi gaslighting dan kebohongan

Gaslighting dan berbohong sering disamakan, padahal keduanya berbeda dari sisi niat dan dampak psikologisnya. Ini penjelasan lengkap dari psikolog.

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan untuk mengendalikan orang lain secara emosional. 

Gaslighting menggambarkan bentuk manipulasi psikologis yang digunakan untuk mengontrol orang lain melalui kebingungan dan keraguan diri,” ujar Lyons, disadur dari Parade, Rabu (8/10/2025).

Tujuan utama gaslighting adalah membuat korban mempertanyakan kenyataan, ingatan, atau persepsinya sendiri. Taktik ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Mengalihkan kesalahan (blame-shifting) agar korban merasa bersalah atas hal-hal di luar kendalinya.
  • Menghina atau merendahkan, misalnya dengan menyebut seseorang terlalu sensitif atau gila untuk membuatnya meragukan emosinya sendiri.

Menolak kenyataan, seperti menyangkal sesuatu yang jelas terjadi atau mengatakan bahwa korban mengada-ada.

Lyons menekankan, gaslighting merupakan strategi yang disengaja dan berulang, bukan sekadar kebohongan sesaat. 

“Pada intinya, gaslighting membuat seseorang mempertanyakan realitas mereka sendiri untuk memperoleh kendali dan kekuasaan dalam hubungan,” terangnya.

Apa itu berbohong?

berbohong, Gaslighting adalah, Gaslighting, perbedaan gaslighting dan berbohong, berbohong adalah, konflik pasangan, Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong, Apa itu gaslighting?, Apa itu berbohong?, Apa saja perbedaan gaslighting dan berbohong?, Cara menghadapi gaslighting dan kebohongan

Gaslighting dan berbohong sering disamakan, padahal keduanya berbeda dari sisi niat dan dampak psikologisnya. Ini penjelasan lengkap dari psikolog.

Berbohong juga melibatkan penyampaian hal yang tidak benar, tapi tujuannya tidak selalu untuk mengendalikan. 

“Berbohong adalah ketika seseorang membuat pernyataan yang tidak benar, sering kali dengan tujuan menipu orang lain,” jelas Lyons.

Meski bisa menjadi bagian dari gaslighting, kebohongan tidak selalu berakar pada niat manipulatif. 

Beberapa orang berbohong karena takut menyinggung, ingin menjaga perasaan orang lain, atau sekadar menghindari konflik kecil.

Menurut Lyons, tanda-tanda seseorang berbohong bisa dilihat dari perilaku mereka, seperti:

  • Menghindari kontak mata karena merasa tidak nyaman atau takut ketahuan
  • Berbicara terlalu banyak atau memberikan detail berlebihan agar cerita terdengar meyakinkan

Sebagai contoh, berbohong untuk kebaikan (white lie), seperti memuji pakaian teman padahal sebenarnya tidak terlalu suka, biasanya dilakukan untuk menjaga perasaan, bukan untuk memanipulasi realitas seseorang.

Apa saja perbedaan gaslighting dan berbohong?

berbohong, Gaslighting adalah, Gaslighting, perbedaan gaslighting dan berbohong, berbohong adalah, konflik pasangan, Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong, Apa itu gaslighting?, Apa itu berbohong?, Apa saja perbedaan gaslighting dan berbohong?, Cara menghadapi gaslighting dan kebohongan

Gaslighting dan berbohong sering disamakan, padahal keduanya berbeda dari sisi niat dan dampak psikologisnya. Ini penjelasan lengkap dari psikolog.

Meski sekilas terlihat mirip, gaslighting dan kebohongan berbeda dari sisi niat dan dampaknya.

Gaslighting adalah upaya yang disengaja untuk membuat seseorang meragukan persepsinya terhadap kenyataan demi memperoleh kekuasaan atau kontrol dalam hubungan,” kata Lyons. 

Sementara itu, berbohong bisa memiliki banyak alasan lain yang tidak selalu berhubungan dengan manipulasi psikologis.

Dengan kata lain, gaslighting memiliki dampak emosional yang lebih dalam karena membuat korban merasa kehilangan pegangan atas realitas. 

Di sisi lain, kebohongan biasa, meski bisa menyakitkan, tidak selalu menimbulkan efek psikologis jangka panjang.

Mengetahui perbedaan ini penting agar seseorang bisa memberikan respons yang tepat dan tidak terjebak dalam hubungan yang merusak.

Cara menghadapi gaslighting dan kebohongan

berbohong, Gaslighting adalah, Gaslighting, perbedaan gaslighting dan berbohong, berbohong adalah, konflik pasangan, Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gaslighting dan Berbohong, Apa itu gaslighting?, Apa itu berbohong?, Apa saja perbedaan gaslighting dan berbohong?, Cara menghadapi gaslighting dan kebohongan

Gaslighting dan berbohong sering disamakan, padahal keduanya berbeda dari sisi niat dan dampak psikologisnya. Ini penjelasan lengkap dari psikolog.

Setelah mengenali perbedaannya, langkah selanjutnya adalah memahami cara menghadapi kedua perilaku ini.

Untuk menghadapi gaslighting, Lyons menyarankan agar korban mencari bantuan profesional. 

“Jika kamu merasa mengalami gaslighting secara konsisten, penting untuk berbicara dengan profesional kesehatan mental yang dapat membantu menetapkan batasan sehat dan strategi yang sesuai,” katanya.

Setiap situasi memiliki dinamika berbeda. Gaslighting di tempat kerja tentu perlu ditangani berbeda dibandingkan gaslighting dalam hubungan romantis atau keluarga. 

Oleh karena itu, dukungan profesional sangat membantu dalam mengurai pola manipulatif yang kompleks.

Sementara itu, dalam kasus berbohong, responsnya bisa lebih fleksibel tergantung konteks dan kedalaman relasi. 

Lyons mengimbau untuk menilai seberapa sering kebohongan terjadi, seberapa penting hubungan tersebut, dan bagaimana perasaan kita terhadap perilaku itu.

Jika kebohongan terjadi berulang atau menimbulkan luka emosional, berkonsultasi dengan terapis bisa membantu menemukan keputusan terbaik, apakah layak dimaafkan atau perlu batasan baru.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.