2 Insiden Seret SPPG: Sopir Ditangkap Nyambi Kurir Sabu di Depok dan Mobil Tabrak Pedagang Hingga Tewas di Bekasi
Dua peristiwa berbeda terjadi di wilayah penyangga Ibu Kota menyeret Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di Depok, polisi membongkar kasus peredaran narkoba yang melibatkan seorang sopir di salah satu SPPG. Sementara di Bekasi, kecelakaan maut melibatkan mobil Daihatsu Grandmax SPPG menewaskan seorang pedagang gerobak.
Kasus pertama terjadi di Kota Depok. Polisi menangkap pria berinisial A yang diketahui bekerja sebagai sopir di salah satu SPPG. Namun, di balik pekerjaannya itu, A diduga nyambi menjadi kurir sekaligus pengguna narkotika jenis sabu.
Penangkapan dilakukan di kawasan Mampang, Pancoran Mas, Depok setelah polisi mengembangkan kasus narkoba yang sebelumnya menyeret seorang pedagang pecel lele berinisial D.
“Iya betul, kami tangkap sopir MBG, nyambi jadi kurir narkoba jenis sabu juga pemakai," tutur Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Made Budi, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.
Made menjelaskan, pengungkapan kasus itu bermula dari penangkapan D yang diduga menjadi pengedar narkoba di wilayah Citayam, Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian mengantongi nama A.
“Dua pelaku, pertama penjual pecel lele inisial D yang ditangkap. Lalu dari pengembangan kemudian tangkap A yang merupakan sopir MBG. Anggota langsung bergerak mengamankan pelaku tanpa perlawanan di kebun kosong milik warga,” kata dia.
Saat dilakukan penggeledahan, aparat menemukan satu paket sabu siap edar yang disimpan pelaku.
“Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu yang telah dibungkus plastik klip bening dan siap edar dengan berat total 1,03 gram," ujarnya.
Kini, polisi masih memburu pemasok sabu yang diduga menjadi sumber barang haram tersebut.
Di hari berbeda, kecelakaan maut terjadi di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Sebuah mobil Daihatsu Grandmax SPPG bernomor polisi B-9007-TXZ menabrak dua pedagang gerobak hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan korban lainnya luka-luka.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Gefri Agitia mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Gefri
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mobil Grandmax yang dikemudikan Wawan Supandi melaju dari arah Jalan Nusantara menuju Tambun dengan membawa seorang kernet bernama Putut Dwi Putranto.
Saat tiba di lokasi kejadian, sopir diduga panik setelah melihat sepeda motor melintas di depan kendaraan. Pengemudi kemudian membanting setir ke kiri hingga menghantam dua pedagang gerobak di pinggir jalan.
Akibat insiden itu, seorang pedagang gerobak bernama Sanoeri meninggal dunia usai sempat mendapat perawatan di RS Siloam Aren Jaya. Korban diketahui merupakan warga Arenjaya, Bekasi Timur.
Sementara korban lain bernama Neni Anggraeni mengalami luka-luka. Kernet mobil, Putut Dwi Putranto, juga dilaporkan ikut mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
Petugas Satlantas Polres Metro Bekasi Kota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk juru parkir minimarket di sekitar lokasi kejadian.