Identitas Terduga Pelaku Teror Damkar Depok Terbongkar, Polisi: Warga Subang, Pekerjaan Buruh
Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri mengungkap sosok terduga pelaku teror terhadap petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, Khairul Umam.
Khairul menjadi korban teror orang tak dikenal (OTK) setelah membuat konten mengenai fungsi helm sebagai alat pelindung diri (APD), bukan untuk menganiaya orang.
Konten tersebut diunggah setelah kasus eks anggota Brimob Polda Maluku, Masias Siahaya, memukul siswa menggunakan helm hingga korban tewas pada Kamis (19/2/2026).
Setelah itu, Khairul mendapat dua pesan berisi ancaman pada Selasa (24/2/2026) malam dan Rabu (25/2/2026) pagi.
Sosok Pelaku Teror Petugas Damkar Depok
Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, Kombes Pol Manang Soebeti, mengatakan, terduga pelaku teror terhadap Khairul adalah Wawan Gunawan.
Terduga pelaku merupakan seorang laki-laki bernama Wawan Gunawan yang lahir pada 1980-an.
Manang menjelaskan, terduga pelaku bekerja sebagai buruh harian lepas dan tinggal di Dusun Pangadangan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
“(Data) itu banyak, data kayak gitu ada di website mana-mana, ini data profiling biasa,” kata Manang saat dihubungi , Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan, dirinya mengungkap identitas terduga pelaku supaya masyarakat bisa membedakan antara aksi iseng dengan teror yang benar-benar serius.
Manang menyebut, teror yang bersifat murni biasanya dilakukan secara berulang dan intens.
Misalnya, pelaku terus-menerus menghubungi korban, mendatangi langsung, atau mengirimkan paket tanpa identitas.
“Kalau hanya WhatsApp, siapa pun bisa melakukannya, hanya iseng itu bisa, terpancing emosi bisa,” ujar Manang.
“Dan yang paling penting, tuduhan yang dikomentarkan itu kan arahnya yang meneror dicurigai adalah polisi. Nah, itu aja yang saya ingin buktikan bahwa (peneror) bukan polisi,” tambahnya.
Pengakuan Petugas Damkar Depok Usai Jadi Korban Teror
Sebelumnya, Khairul Umam mengaku menerima ancaman setelah membagikan konten yang menjelaskan bahwa helm dirancang untuk melindungi kepala, bukan untuk “ngancurin” kepala.
Konten tersebut diduga ditafsirkan berbeda dan dikaitkan dengan kasus dugaan kekerasan oleh aparat.
Kasus yang dimaksud adalah dugaan penganiayaan terhadap pelajar berinisial AT (14) oleh anggota Brimob berinisial Bripda MS di Tual, Maluku, pada Kamis (19/2/2026) dini hari.
Khairul menyebut, ia menerima dua pesan bernada ancaman melalui WhatsApp pada Selasa (24/2/2026) malam dan Rabu (25/2/2026) pagi.
Pengirim pesan sempat mengaku sebagai penggemar Khairul, baik sebagai komika maupun petugas damkar.
Percakapan lalu berubah menjadi peringatan yang membuat Khairul merasa terintimidasi.
Pengirim pesan sempat meminta Khairul berhati-hati dan menjaga keselamatannya.
Dalam pesan berikutnya, muncul kalimat yang dinilai sebagai ancaman terselubung.
“Jadi, terornya tuh di Whatsapp semua. Seperti yang saya bikin di story, awalnya dia ngaku jadi sebagai fans lah gitu-gitu segala macem,” ucap Khairul, dikutip dari , Rabu (25/2/2026).
“Ternyata ujung-ujungnya malah bilang saya harus pake helm, jaga keselamatan saya, suruh minta sowan sama orangtua saya gitu-gitu,” kata Khairul.
“Ya halus-halus sih, halus-halus gitu. Soalnya sempet juga dia ngomong, ‘Tunggu saya ada kejutan buat kamu',” sambungnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang