Divonis Hidup 6 Bulan, Pria Ini Turun 136 Kg dan Ubah Hidupnya
Seorang pria yang pernah divonis hanya punya waktu enam bulan untuk hidup berhasil mengubah hidupnya secara drastis.
Michael Collins, 56 tahun, mampu menurunkan berat badan lebih dari 136 kilogram setelah menghadapi kondisi kesehatan serius.
Dalam laporan Men’s Health (27/2/2026), perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada pola makan, tetapi juga pada cara ia menghadapi trauma dan emosi.
Perjalanan ini menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari kesadaran terhadap kondisi diri sendiri.
Trauma dan kebiasaan makan yang tidak terkendali
Michael mengaku kenaikan berat badannya berkaitan erat dengan trauma yang ia alami sejak usia muda.
Ia kehilangan sepupunya dalam kecelakaan mobil dan mengalami tekanan mental yang berkepanjangan. Perasaan bersalah dan duka membuatnya menjadikan makanan sebagai pelarian.
Ia mengaku makan tanpa memperhatikan jenis dan jumlah, bahkan bisa menghabiskan pizza dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Kebiasaan ini membuat berat badannya terus meningkat hingga lebih dari 136 kilogram sejak usia 20-an.
Titik balik saat kondisi kesehatan memburuk
Ilustrasi stres. Setelah divonis hanya punya waktu enam bulan, seorang pria berhasil menurunkan 136 kilogram dengan mengubah cara hidup dan menghadapi emosinya.
Kondisi kesehatan Michael semakin memburuk seiring bertambahnya usia.
Ia mengalami tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas ringan.
Pada 2020, berat badannya mencapai sekitar 239 kilogram dan dokter menyatakan kondisinya sangat berisiko.
Dokter bahkan menyebut ia mungkin tidak akan bertahan lebih dari enam bulan tanpa perawatan intensif.
“Saya tahu dalam hati saya bisa menemukan cara untuk melewati ini,” ujar Michael.
Momen ini menjadi titik balik yang mendorongnya untuk mulai berubah.
Perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari
Michael mulai mengikuti program pengelolaan diabetes yang membantunya memahami pola makan.
Ia mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat serta mulai mengatur porsi dengan lebih disiplin.
Dalam beberapa minggu, ia sudah tidak lagi bergantung pada obat diabetes. Ia juga mulai berjalan kaki secara rutin setelah kondisi tubuhnya membaik.
Seiring waktu, aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas yang ia nikmati.
Perubahan mental menjadi kunci utama
Selain perubahan fisik, Michael menyadari pentingnya menghadapi masalah emosional yang selama ini dihindari.
Ia mulai belajar menerima masa lalu dan memaafkan dirinya sendiri. Proses ini dibantu dengan terapi untuk memahami trauma yang ia alami.
Menurutnya, perubahan terbesar bukan pada tubuh, tetapi pada cara ia melihat dirinya sendiri. Kesadaran ini membuatnya lebih konsisten menjalani gaya hidup sehat.
Hasil yang mengubah hidup secara menyeluruh
Dalam waktu lebih dari lima tahun, Michael berhasil menurunkan berat badan lebih dari 136 kilogram.
Namun, ia menilai perubahan terpenting adalah meningkatnya kepercayaan diri dan kualitas hidup.
Ia kini dapat melakukan aktivitas yang sebelumnya terasa mustahil, seperti berjalan jauh hingga mengikuti lomba lari 5 kilometer. Perubahan ini membuatnya kembali menikmati kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Perjalanan Michael menunjukkan bahwa perubahan berat badan tidak hanya bergantung pada diet dan olahraga.
Faktor mental dan cara menghadapi emosi memiliki peran besar dalam proses tersebut.
Kesadaran diri dan konsistensi menjadi kunci untuk mencapai perubahan jangka panjang yang lebih sehat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang