Turun 25 Kg Tanpa Cardio Berjam-jam, Pelatih Ini Justru Lebih Banyak Jalan Kaki

menurunkan berat badan, latihan beban, pola makan, 10.000 langkah per hari, Turun 25 Kg Tanpa Cardio Berjam-jam, Pelatih Ini Justru Lebih Banyak Jalan Kaki, Dulu latihan kardio hingga dua jam setiap hari, Beralih ke jalan kaki dan aktivitas ringan, Latihan beban menjadi kunci utama, Pilates hanya menjadi pelengkap, Nutrisi tetap menjadi faktor terpenting

Berolahraga lebih lama tidak selalu berarti hasilnya lebih baik. Pelatih kebugaran, instruktur yoga, dan pelatih nutrisi Stacey Jones justru berhasil menurunkan 25 kilogram setelah mengurangi sesi kardio intensitas tinggi yang selama ini menjadi andalannya.

Melansir Women's Health (28/5/2026), Jones membagikan pengalaman pribadinya menurunkan berat badan sekaligus membangun massa otot melalui kombinasi latihan beban, jalan kaki, dan pola makan yang lebih terstruktur.

Menurut Jones, perubahan terbesar yang ia lakukan bukan menambah durasi olahraga, melainkan memilih rutinitas yang lebih mudah dijalani secara konsisten dalam jangka panjang.

Dulu latihan kardio hingga dua jam setiap hari

Saat berusaha menurunkan berat badan, Jones mengaku pernah menjalani sesi kardio berat hingga dua jam setiap malam. Namun, setelah beberapa waktu, progresnya mulai berhenti.

"Saat mencoba menurunkan berat badan, saya melakukan kardio berat selama dua jam setiap malam," kata Jones.

Ia kemudian mulai mempelajari apa yang disebutnya sebagai "kardio fitness penalty", yaitu kondisi ketika tubuh menjadi semakin efisien menjalankan latihan yang sama sehingga kalori yang terbakar justru berkurang.

Menurut Jones, semakin bugar seseorang, tubuh akan bekerja lebih efisien sehingga pembakaran kalori saat latihan yang sama bisa menurun. Selain itu, kardio berlebihan membuatnya lebih mudah lapar dan lelah.

Akibatnya, motivasi untuk bergerak menurun dan keinginan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat menjadi lebih besar.

Meski begitu, Jones menegaskan bahwa kardio tetap penting untuk kesehatan jantung. Hanya saja, menurutnya, terlalu banyak kardio intensitas tinggi tidak selalu menjadi strategi terbaik jika tujuan utamanya adalah penurunan lemak yang berkelanjutan.

Beralih ke jalan kaki dan aktivitas ringan

menurunkan berat badan, latihan beban, pola makan, 10.000 langkah per hari, Turun 25 Kg Tanpa Cardio Berjam-jam, Pelatih Ini Justru Lebih Banyak Jalan Kaki, Dulu latihan kardio hingga dua jam setiap hari, Beralih ke jalan kaki dan aktivitas ringan, Latihan beban menjadi kunci utama, Pilates hanya menjadi pelengkap, Nutrisi tetap menjadi faktor terpenting

Ilustrasi jalan kaki. Seorang pelatih kebugaran mengaku berhasil menurunkan 25 kg setelah mengurangi cardio ekstrem dan lebih fokus pada latihan beban serta jalan kaki.

Setelah mengurangi kardio berat, Jones mulai lebih banyak melakukan latihan LISS atau low-intensity steady-state kardio. Bentuk latihan yang paling sering ia lakukan adalah berjalan kaki cepat.

Menurut Jones, berjalan hingga 10.000 langkah per hari mampu memberikan manfaat yang mirip tanpa membuat tubuh terlalu lelah.

"Saya bisa membakar jumlah kalori yang sama hanya dengan mencapai 10.000 langkah per hari dan tidak merasa terlalu lapar atau kelelahan," ujarnya.

Perubahan sederhana tersebut membuat program penurunan berat badannya terasa lebih realistis untuk dijalani setiap hari.

Latihan beban menjadi kunci utama

Selain menambah aktivitas berjalan kaki, Jones mulai menjadikan latihan beban sebagai fokus utama rutinitasnya. Ia menyebut otot sebagai "mesin metabolisme" tubuh.

Menurut Jones, semakin banyak massa otot yang dimiliki seseorang, semakin besar pula kebutuhan energi tubuh, baik saat berolahraga maupun saat beristirahat.

Karena itu, ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk latihan kekuatan dibandingkan berlari di treadmill.

Jones juga menekankan pentingnya gerakan compound atau latihan yang melibatkan banyak kelompok otot sekaligus, seperti squat.

Selain itu, ia menerapkan progressive overload, yaitu meningkatkan beban atau repetisi latihan secara bertahap dari waktu ke waktu.

Menurutnya, metode tersebut membantu tubuh terus beradaptasi dan berkembang.

Pilates hanya menjadi pelengkap

Jones juga memasukkan Pilates ke dalam rutinitas mingguannya. Namun, ia menilai Pilates bukan alat utama untuk menurunkan berat badan.

Menurutnya, Pilates lebih berfungsi sebagai latihan pendukung yang membantu meningkatkan kesadaran tubuh, fleksibilitas, mobilitas, kekuatan inti, dan postur tubuh.

Karena itu, ia tetap mengandalkan latihan beban sebagai fondasi utama program kebugarannya.

Nutrisi tetap menjadi faktor terpenting

Meski berhasil mengubah pola olahraga, Jones menilai faktor terbesar dalam penurunan berat badan tetap berasal dari pola makan.

"Ketika berbicara soal penurunan berat badan, olahraga bahkan bukan alat terbesar yang Anda miliki. Nutrisi adalah yang paling penting," kata Jones.

Ia menyebut olahraga hanya sebagai pelengkap dari pola makan yang tepat.

Berdasarkan pengalamannya, Jones merekomendasikan kombinasi 8.000 hingga 10.000 langkah per hari, tiga sesi latihan beban berdurasi 30-45 menit setiap pekan, serta aktivitas lain yang benar-benar disukai seperti Pilates, yoga, atau olahraga rekreasi.

Baginya, rutinitas terbaik bukanlah yang paling berat, melainkan yang bisa dijalani secara konsisten dalam jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang