Kepedihan Pinkan Mambo, Anak Divonis Cuma Bertahan Hidup 2 Hari

Pinkan Mambo.
Pinkan Mambo.

 Kisah haru datang dari penyanyi Pinkan Mambo yang harus menghadapi ujian terberat dalam hidupnya sebagai seorang ibu. Anak laki-lakinya, Luke, sempat berada di kondisi kritis akibat penyakit jantung serius yang nyaris merenggut nyawanya. Bahkan, pada satu titik, Luke pernah didiagnosis hanya memiliki waktu hidup yang sangat singkat.

Luke diketahui mengalami kondisi lemah otot jantung, yang membuat organ vital tersebut tidak mampu memompa darah secara optimal. Dampaknya, terjadi penumpukan cairan dalam tubuh yang kemudian menyebar hingga ke paru-paru. Kondisi ini membuat kesehatan Luke terus menurun dan memerlukan penanganan intensif. Scroll untuk tahu ceritanya lebih lanjut, yuk!

Awalnya, Luke sempat mendapatkan perawatan medis di Indonesia. Namun, melihat kondisinya yang tidak kunjung membaik, Pinkan Mambo mengambil keputusan besar. Ia membawa sang anak ke Singapura demi mendapatkan penanganan medis lanjutan. Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam perjuangan Luke melawan penyakitnya.

Setibanya di Singapura, Luke langsung mendapat penanganan cepat dan terfokus dari tim medis. Pinkan Mambo mengungkapkan rasa kagumnya terhadap sistem layanan kesehatan yang diterima anaknya.

"Di sana 5 menit langsung tahu sakitnya ini, penanganannya ini, langsung selesai. Satu dokter fokus, komputernya authorize semua, langsung tahu sakitnya, diobatin, langsung sembuh," tuturnya, mengutip tayangan Youtube, Selasa 6 Januari 2026. 

Setelah diberikan pengobatan yang sesuai, kondisi Luke menunjukkan perkembangan signifikan. Cairan yang selama ini menumpuk dalam tubuhnya mulai keluar secara alami melalui urine, tanpa perlu tindakan medis invasif.

"Dia keluarin 27 liter air dari tubuhnya hanya dengan obat tanpa sedot air, atau apapun," terangnya.

Di balik kabar membaik tersebut, Pinkan Mambo mengenang masa-masa paling kelam saat pertama kali mendengar vonis dokter mengenai kondisi Luke. Ia mengaku merasa dunia seakan runtuh ketika sang anak dinyatakan berada di ambang batas hidup.

"Waktu pertama kali cek benar-benar kritis karena itu airnya udah berbulan-bulan dan panik. Waktu di ICU dokter udah nyerah, umurnya 3 hari sampai 2 hari maksimal. Nangis banget aku di situ," kenang Pinkan Mambo.

Meski diliputi ketakutan dan kesedihan, Pinkan Mambo memilih untuk terus menguatkan Luke. Ia berusaha menanamkan keyakinan dan semangat juang kepada sang anak agar tidak menyerah pada keadaan.

"Luke sampe bilang 'Mom gimana caranya Luke bisa sembuh' aku bilang 'bisa, sama Tuhan bisa, maksa,'tapi tetap maksa dan yakin Luke akan panjang umur," terang Pinkan Mambo.

Perkembangan Luke yang terus membaik bahkan membuat para dokter terheran-heran. Setiap hari, kekuatan jantung Luke menunjukkan peningkatan yang signifikan, jauh dari prediksi awal.

"Dokternya heran, kok setiap hari jantungnya bertambah kuat. Dokter melihat keajaiban Tuhan, itu benar-benar mukzizat," pungkasnya.

Kini, kondisi Luke berangsur stabil dan terus dalam pemantauan medis.