Tanpa Gym dan Tanpa Diet Ekstrem, Wanita Ini Berhasil Turun 27 Kg

berat badan, menurunkan berat badan, Tanpa Gym dan Tanpa Diet Ekstrem, Wanita Ini Berhasil Turun 27 Kg, Porsi makan terlalu banyak, Liburan menjadi titik perubahan, Menjalani pola makan berbasis sains, Konsistensi menjadi kunci

Seorang radiografer asal Australia berhasil menurunkan berat badan hingga 27 kilogram dalam waktu satu tahun setelah menyadari kebiasaan makan yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun.

Perempuan bernama Katie itu sebelumnya memiliki berat badan 94 kilogram saat berusia 20-an, meski merasa sudah menjalani gaya hidup yang cukup sehat.

Melansir Daily Mail (15/3/2026), kesadaran untuk mengubah pola hidup muncul saat Katie melihat foto dirinya ketika dilamar pasangannya di Selandia Baru. Foto tersebut membuatnya terkejut karena hampir tidak mengenali dirinya sendiri.

“Saat melihat foto lamaran itu, saya hampir tidak mengenali diri saya sendiri. Saat itu saya sadar tidak ingin terlihat seperti itu di hari pernikahan saya,” kata Katie.

Porsi makan terlalu banyak

Katie mengatakan sebagian besar makanan yang ia makan sebenarnya adalah masakan rumahan dengan bahan segar.

Namun ia kemudian menyadari bahwa porsi makan yang ia konsumsi sering kali terlalu banyak dan tidak memperhatikan jumlah kalori.

“Saya pikir saya sudah makan sehat karena selalu memasak sendiri. Namun ternyata porsi setiap kelompok makanan tidak seimbang dan asupan kalorinya terlalu tinggi,” ujarnya.

Menurut Katie, kenaikan berat badan terjadi secara perlahan selama hampir satu dekade.

“Berat badan saya naik sedikit demi sedikit selama hampir 10 tahun. Jika hanya naik sekitar 200 gram setiap bulan, mungkin tidak terasa. Namun dalam jangka panjang jumlahnya menjadi besar,” jelasnya.

Selain itu, jadwal kerja shift membuatnya jarang memiliki waktu untuk berolahraga.

Liburan menjadi titik perubahan

berat badan, menurunkan berat badan, Tanpa Gym dan Tanpa Diet Ekstrem, Wanita Ini Berhasil Turun 27 Kg, Porsi makan terlalu banyak, Liburan menjadi titik perubahan, Menjalani pola makan berbasis sains, Konsistensi menjadi kunci

Ilustrasi diet. Perubahan gaya makan dan konsistensi membantu seorang radiografer Australia menurunkan berat badan 27 kilogram tanpa metode ekstrem.

Perjalanan ke Selandia Baru menjadi momen yang membuat Katie memutuskan menurunkan berat badan.

Saat itu ia dan pasangannya harus menimbang berat badan sebelum mengikuti aktivitas wisata seperti tandem bungee jump.

Namun mereka tidak bisa mengikuti aktivitas tersebut karena berat gabungan mereka melebihi batas yang ditentukan.

“Ketika kami menghitung berat badan kami dan ternyata melebihi batas, saat itu saya merasa ada sesuatu yang harus diubah dari gaya hidup kami,” kata Katie.

Tidak lama setelah itu, pasangannya melamarnya. Foto dari momen lamaran tersebut membuat Katie semakin yakin untuk mulai menurunkan berat badan.

Menjalani pola makan berbasis sains

Katie kemudian mengikuti CSIRO Total Wellbeing Diet, pola makan yang dikembangkan oleh ilmuwan dari lembaga sains nasional Australia.

Program ini menekankan pola makan tinggi protein dan makanan dengan indeks glikemik rendah yang dapat membantu mengurangi rasa lapar dan membuat kenyang lebih lama.

“Program ini berdasarkan pengetahuan ilmiah tentang kelompok makanan dan jumlah yang dibutuhkan tubuh agar berat badan tetap sehat,” jelas Katie.

Ia merasa pola makan ini lebih mudah dijalani dibanding diet yang terlalu ketat.

“Saya bahkan berhenti menyebutnya sebagai ‘diet’. Saya menyebutnya sebagai perjalanan menuju hidup yang lebih sehat,” ujarnya.

Dalam waktu 12 bulan, Katie berhasil menurunkan berat badan hingga 27 kilogram dan ukuran pakaiannya turun dari 14–16 menjadi ukuran 10.

Konsistensi menjadi kunci

Selain mengubah pola makan, Katie juga mulai rutin berjalan cepat sekitar 7 hingga 10 kilometer sebanyak tiga kali dalam seminggu. Menurutnya, penting memilih olahraga yang disukai agar bisa dilakukan secara rutin.

“Penting menemukan olahraga yang disukai. Dengan begitu kita lebih mudah menjadikannya kebiasaan,” kata Katie.

Kini berat badan Katie stabil di sekitar 67 kilogram.

Ia mengatakan perubahan tersebut membuatnya lebih percaya diri dan lebih siap menjalani berbagai kesempatan dalam hidup.

“Konsistensi adalah kunci. Kita harus terus berusaha dan hadir untuk diri sendiri,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang