Turun Berat Badan 20 Kg dalam 6 Bulan, Prudhvi Chowdary Ubah Kebiasaan Kecil
Menurunkan berat badan hingga 20 kilogram dalam enam bulan berhasil dilakukan Prudhvi Chowdary hanya dengan mengubah kebiasaan dasar sehari-hari, tanpa diet ekstrem.
Perjalanan transformasi tersebut dibagikannya secara terbuka dalam akun X miliknya @prudhvikoppaka, yang menyoroti bagaimana perubahan kecil dan konsisten memberi dampak besar pada tubuh dan mentalnya.
Prudhvi, seorang travel photographer sekaligus pembicara TEDx, membagikan pembaruan “6 months, 20 kilos down” melalui media sosialnya.
Unggahan itu menarik perhatian bukan semata karena angka penurunan berat badan, tetapi karena prosesnya yang tampak realistis, terukur, dan sangat personal.
Menurunkan berat badan bukan satu-satunya tujuan
Bagi Prudhvi, menurunkan berat badan bukan tujuan utama dari perubahan gaya hidup yang ia jalani.
“Menurunkan berat badan hanya sebagian dari ceritanya. Yang lebih penting adalah kembalinya rasa percaya diri dan tujuan hidup,” ujar Prudhvi, dikutip dari The Times of India, Selasa (3/12/2025).
Ia memulai rutinitas barunya dengan niat yang jelas, yakni mengurangi distraksi, membatasi kebiasaan berlebihan, dan memperlakukan setiap hari sebagai proyek kecil yang harus dijalani dengan disiplin.
Membersihkan pola makan secara bertahap
Langkah awal yang dilakukan Prudhvi adalah membersihkan pola makan. Ia menetapkan aturan sederhana dengan menghilangkan gula.
alih menghindari rasa manis sepenuhnya, ia menggantinya dengan monk fruit sweetener (pemanis alami yang diekstraksi dari buah monk) yang tidak mengandung kalori.
Selain itu, Prudhvi menghentikan konsumsi makanan berbahan maida dan memutuskan untuk tidak lagi mengonsumsi biryani, makanan manis, serta es krim.
Makanan-makanan tersebut dinilainya padat kalori dan memicu lonjakan gula darah yang mengganggu kendali nafsu makan.
Fokus protein dan jam makan teratur
Tangkapan layar unggahan soal perjalanan diet Prudhvi Chowdary di akun X @prudhvikoppaka.
Dalam keseharian, protein menjadi komponen utama dalam setiap menu makan. Prudhvi menargetkan asupan protein sekitar 1,5 gram per kilogram berat badan.
Sarapan tetap sederhana dengan dosa atau idli (makanan pokok India Selatan), putih telur, serta kopi tanpa gula. Menu makan siang terdiri dari 120 gram nasi, lauk, dan 100 gram yogurt.
Sementara makan malam dibuat lebih ringan, tetapi tinggi protein, seperti 250 gram ayam panggang atau tandoori.
Ia juga menerapkan jam makan yang konsisten dengan makan siang sebelum pukul 12.30 dan makan malam sebelum pukul 19.00, sehingga tubuh memiliki waktu istirahat yang cukup pada malam hari.
Tidak menghilangkan camilan, tetapi menggantinya
Prudhvi tidak sepenuhnya menghilangkan kebiasaan ngemil. Ia memilih mengganti camilan olahan dengan 500 gram buah potong setiap hari untuk menjaga asupan serat dan cairan tubuh.
Sebagai tambahan energi, ia mengonsumsi dua butir kenari dan lima almond. Kebiasaan ini membantunya mengurangi keinginan mengonsumsi camilan kemasan, terutama pada malam hari.
Olahraga
Dalam hal aktivitas fisik, Prudhvi memilih pola yang bisa dijalani secara konsisten. Ia mengombinasikan 45 menit latihan kardio dan 45 menit latihan kekuatan setiap hari.
Ia tidak mengejar olahraga ekstrem, melainkan fokus pada rutinitas yang realistis dan berkelanjutan.
Dengan asupan protein yang memadai dan olahraga teratur, metabolisme tubuhnya membaik dan berat badan turun secara bertahap.
Perubahan gaya hidup Prudhvi juga mencakup kebiasaan di luar pola makan dan olahraga. Ia tidur lebih awal pada pukul 21.30 dan bangun pukul 05.30 untuk menjaga kualitas istirahat.
Selain itu, ia memastikan konsumsi air putih hingga tiga liter per hari dan rutin mencatat asupan kalori melalui aplikasi.
Menurutnya, pencatatan tersebut membantu menjaga kendali dan memahami kebiasaan mana yang benar-benar berdampak.
Kisah Prudhvi Chowdary menunjukkan bahwa menurunkan berat badan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membentuk gaya hidup baru yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang