Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung?

Ilustrasi penyakit jantung
Ilustrasi penyakit jantung

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Masalah ini sering berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas hingga kondisi sudah cukup parah.

Menyoroti pentingnya deteksi dini penyakit jantung, peneliti kardiovaskular sekaligus Chief Nutrition Officer di im8health, Dr. James DiNicolantonio  membagikan tiga tanda awal penyakit jantung yang perlu diwaspadai oleh semua orang. Lantas apa saja? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman Hindustan Times, Senin 27 Oktober 2025.

Sesak napas bisa menjadi tanda awal penyakit jantung

Dijelaskan oleh Dr. DiNicolantonio, sekitar separuh penderita penyakit jantung mengalami disfungsi ereksi, dan kondisi ini bisa muncul hingga lima tahun sebelum penyakit jantung terdeteksi.

“Hal ini terjadi karena aliran darah yang berkurang dan penumpukan plak di pembuluh darah penis. Disfungsi ereksi sering diabaikan sebagai gejala, padahal bisa menjadi sinyal awal bahwa ada masalah pada sistem kardiovaskular Anda," kata dia.

Tanda awal kedua yang perlu diperhatikan adalah sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.

"Jika menaiki beberapa anak tangga atau berolahraga ringan membuat Anda cepat kehabisan napas, terutama jika disertai rasa tidak nyaman di dada atau nyeri dada (angina), itu bisa menjadi pertanda bahwa jantung Anda sedang bekerja terlalu keras. Gejala seperti ini tidak boleh diabaikan karena bisa menunjukkan penurunan fungsi jantung atau tahap awal penyakit arteri koroner," kata dia.

Bengkak di kaki dan pergelangan kaki termasuk tanda bahaya tersembunyi dari penyakit jantung.

Terakhir, pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bagian bawah dapat mengindikasikan gagal jantung atau gangguan fungsi ginjal, ujar Dr. DiNicolantonio.

“Retensi cairan memang umum terjadi, tetapi sering diabaikan sebagai gejala masalah jantung. Jika pembengkakan berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan tidak ada gangguan pada jantung atau ginjal," kata dia. 

Dr. DiNicolantonio menegaskan, mengenali tanda-tanda awal yang halus ini bisa sangat membantu mencegah terjadinya kejadian kardiovaskular serius. Tindakan dini, perubahan gaya hidup, dan bimbingan medis yang tepat sangat penting.

"Jika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter," kata dia memberi saran.