Fakta Penembakan Jet F‑15E AS oleh Iran hingga Aksi Penyelamatan yang Bikin Tegang

Puing-puing sisa bagian pesawat AS yang ditembak Iran
Puing-puing sisa bagian pesawat AS yang ditembak Iran

Pesawat Jet F-15E milik Amerika Serikat ditembak jatuh oleh Iran pada Jumat pagi waktu setempat setelah pesawat tersebut terbang di atas wilayah Iran. Menurut keterangan dari Tehran, pesawat jet itu ‘dilumpuhkan’ oleh sistem pertahanan udara canggih terbaru milik Iran yang diklaim masih efektif meski sebelumnya disebut telah dihancurkan oleh AS.

Melansir laman Al Jazeerah, Senin 6 April 2026, penembakan jet tempur F-15 ini menjadi yang pertama dialami pesawat AS selama perang ini, sekaligus yang pertama sejak invasi Irak pada 2003.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyusul dengan serangan ini, Washington segera meluncurkan misi penyelamatan. Salah satu awak berhasil diselamatkan beberapa jam setelah kejadian, tetapi pilot kedua yang diyakini berpangkat kolonel dan bertugas sebagai perwira sistem persenjataan masih belum ditemukan saat itu.

Setidaknya satu helikopter Black Hawk terkena tembakan dalam upaya awal penyelamatan, namun pejabat AS mengatakan helikopter itu masih bisa tetap terbang.

Reaksi Iran

Setelah penembakan F-15E, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menutup sejumlah wilayah di provinsi pegunungan Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di barat daya Iran, karena meyakini prajurit tersebut jatuh di sekitar area itu.

Media Iran juga melaporkan bahwa wilayah Khuzestan di Selatan yang merupakan pusat energi penting ikut diperketat pengawasannya. Wilayah ini sebelumnya menjadi sasaran serangan besar AS-Israel pada Sabtu yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan lainnya.

Dalam langkah yang tidak biasa, otoritas Iran pada Jumat mengajak warga untuk membantu menemukan dan menangkap tentara AS tersebut. Media pemerintah bahkan melaporkan adanya imbalan sebesar 60.000 dolar AS, sambil menayangkan rekaman puing-puing pesawat yang jatuh.

Sejumlah kelompok nomaden di wilayah itu ikut melakukan pencarian. Rekaman televisi pemerintah menunjukkan pria-pria bersenjata dan membawa bendera Iran menyisir pegunungan di barat daya negara tersebut.

Sebagian dari mereka dilaporkan menembaki dua helikopter Black Hawk milik AS yang terlibat dalam misi penyelamatan. BBC juga memverifikasi rekaman yang memperlihatkan warga Iran menembak ke arah helikopter AS.

IRGC pada Minggu mengklaim telah menghancurkan dua pesawat C-130 dan dua helikopter Black Hawk selama operasi penyelamatan tersebut di wilayah selatan Isfahan.

Operasi penyelamatan

Pada Minggu sore, Trump mengungkapkan bahwa militer berhasil mengevakuasi prajurit yang terluka parah tersebut dari kawasan pegunungan di Iran.

“Operasi seperti ini jarang sekali dilakukan karena risikonya sangat besar bagi personel dan peralatan. Ini benar-benar luar biasa,” tulis Trump di Truth Social dikutip dari laman Al Jazeerah, Senin 5 April 2026.

Ia juga menyebut misi kedua dilakukan setelah penyelamatan pertama di siang hari, yang berlangsung hingga tujuh jam di wilayah Iran.

Trump mengungkapkan bahwa ia memerintahkan puluhan pesawat bersenjata lengkap untuk menjemput prajurit tersebut, yang berhasil menghindari kejaran pasukan Iran selama dua hari.

Meski tidak merinci baku tembak yang terjadi, Trump memastikan bahwa prajurit tersebut mengalami luka, namun kondisinya akan pulih.

Laporan Al Jazeera menyebutkan terjadi baku tembak sengit saat misi penyelamatan berlangsung. Operasi yang awalnya dirancang cepat itu justru berlarut-larut karena tembakan dari pihak lawan, bahkan berlanjut hingga siang hari sehingga risikonya semakin besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, pasukan AS berhasil mengevakuasi prajurit tersebut keluar dari Iran dalam kondisi selamat, meski mengalami luka-luka.

Disebutkan pula bahwa sebelumnya AS sempat menjalankan operasi disinformasi dengan menyebarkan kabar bahwa prajurit itu sudah diselamatkan, guna mengacaukan upaya pencarian oleh Iran.