Tegas! Iran Ancam Balas Pelanggaran Wilayah Udara dari AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa, 26 Mei 2026 menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar wilayah udara Iran.
IRGC menegaskan bahwa negaranya berhak mengambil tindakan balasan atas serangan dari AS.
"Militer Amerika, dengan melanjutkan tindakan provokatifnya di kawasan, telah melanggar wilayah udara Iran di kawasan Teluk Persia," kata IRGC dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita Fars, Selasa, 26 Mei 2026.
IRGC menegaskan pihaknya memiliki hak yang sah untuk mengambil tindakan balasan terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata oleh militer AS.
Tak hanya itu, IRGC juga mengaku telah mengerahkan sistem pertahanan udara, menembak jatuh drone MQ-9, serta memaksa pesawat F-35 dan drone RQ-4 meninggalkan wilayah udara Iran.
Diberitakan sebelumnya, Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke situs peluncuran rudal di Iran selatan dan kapal-kapal yang diduga memasang ranjau laut pada hari Senin, 25 Mei 2026, kata Komando Pusat AS yang mengklaim serangan tersebut sebagai upaya "membela diri".
"Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," kata Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan dilansir CNA, Selasa, 26 Mei 2026.
Pernyataan itu tidak memberikan rincian serangan dan hanya mengatakan bahwa targetnya termasuk situs peluncuran rudal dan kapal-kapal yang mencoba "memasang ranjau laut".