AS Salahkan Iran jika Perundingan Gagal

Ilustrasi militer Iran.
Ilustrasi militer Iran.

 Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan, jika perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai hasil, hal tersebut sepenuhnya akan menjadi salah Iran.

Dalam wawancara dengan stasiun penyiaran India Today, Rubio mengatakan kegagalan upaya diplomatik tidak akan menjadi kesalahan baik AS maupun sekutunya di kawasan Teluk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika upaya ini tidak berhasil, itu bukan kesalahan AS atau sekutu kami di Teluk. Itu akan menjadi 100 persen kesalahan Iran,” kata Rubio seperti dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.

Banner pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai antara AS dan Iran pada dasarnya telah disetujui.

Trump menyebut rincian akhir kesepakatan masih dibahas dan akan segera diumumkan.

Saat ditanya apakah kegagalan perundingan dapat memicu kembali Operasi Epic Fury terhadap Iran, Rubio mengatakan Trump telah menegaskan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.

Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan.

Diketahui, Amerika Serikat disebut semakin dekat mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Ini artinya perang akan segera berakhir, Selat Hormuz kembali dibuka serta membuat Iran menyerahkan persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi miliknya. 

Informasi itu disampaikan sejumlah pejabat kawasan kepada Associated Press pada Minggu. Mereka mengatakan detail dan jadwal pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut.

Namun demikian hingga saat ini, Iran belum secara terbuka menyatakan bersedia menyerahkan uranium tersebut, yang menjadi salah satu tuntutan utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak sebenarnya disebut sudah beberapa kali hampir mencapai kesepakatan.

mengatakan bahwa kesepakatan itu sebagian besar sudah dinegosiasikan setelah dirinya melakukan pembicaraan dengan Israel dan sejumlah sekutu di kawasan.

Marinir AS menaiki kapal tanker Iran yang melanggar blokade di Laut Oman

Marinir AS menaiki kapal tanker Iran yang melanggar blokade di Laut Oman

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Negosiasi berjalan secara tertata dan konstruktif. Saya juga sudah meminta para perwakilan saya untuk tidak terburu-buru membuat kesepakatan karena waktu ada di pihak kami," tulis Trump di media sosial pada Minggu dikutip dari laman AP News, Senin 25 Mei 2026.

Ia juga menyebut hubungan AS dan Iran kini menjadi jauh lebih profesional dan produktif.