Fakta Pelaku Penembakan Jamuan Gedung Putih, Bawa Beragam Senjata hingga Disebut Sosok 'Jenius'
Seorang pria diamankan usai melepaskan tembakan kea rah aparat keamanan dalam acara jamuan makan malam White House Correspondents’s Association di Washington D.C Sabtu malam setempat. Pria berusia 31 tahun itu diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen warga Torrance.
Berdasarkan keterangan Kepala Polisi Sementara Departemen Kepolisian Metropolitan, Jeff Carroll menyebut, Allen membawa senapan, pistol dan beberapa pisau ketika ia menerobos pos pemeriksaan keamanan. Dia langsung berlari menuju ballroom tempat Donald Trump mengikuti acara jamuan makan malam tersebut.
Melansir laman NBC, Minggu 26 April 2026, Allen sempat terlibaat baku tembak dengan aparat penegak hukum sebelum akhirnya berhasil ditangkap di lokasi kejadian. Pihak berwenang menyebut pelaku tidak mengalami luka, sementara itu seorang anggota agen rahasia AS terkena tembakan namun berhasil selamat berkat rompi anti peluru yang dikenakannya.
Anggota agen rahasia tersebut sempat dibawa ke rumah sakit dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit tak lama setelah kejadian, menurut sumber pada Minggu pagi.
Sosok Pelaku Penembakan
Hingga kini, motif serangan tersebut masih belum diketahui. Pihak berwenang menyebut Allen tidak memiliki catatan kriminal dan sebelumnya tidak masuk dalam pantauan aparat di Washington, D.C.
Sementara itu, berdasarkan data profil LinkedIn-nya, Allen lulus dari California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena pada 2017 dengan gelar sarjana teknik mesin. Pihak kampus mengonfirmasi adanya mahasiswa bernama Cole Allen yang lulus pada tahun tersebut.
Dia juga diketahui telah meraih gelar magister ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills pada Mei 2025.
Setelah lulus dari Caltech, Allen sempat bekerja sebagai insinyur mekanik selama satu tahun, lalu beralih menjadi pengembang video game independen. Ia juga pernah bekerja paruh waktu sebagai pengajar di sebuah lembaga yang membantu siswa SMA masuk perguruan tinggi.
Seorang mantan rekan satu tim voli di SMA menggambarkan Allen sebagai sosok hampir jenius dan sangat stabil.
Allen diketahui bersekolah di Pacific Lutheran High School di Gardena, California, dan dikenal sebagai pribadi yang sangat ingin tahu dan cerdas.
“Orang lain harus belajar keras, dia tidak. Semuanya seperti datang begitu saja padanya. Dia benar-benar sangat pintar,” ujar mantan rekan tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menambahkan bahwa Allen sangat tertarik pada pemrograman dan komputer, namun juga memiliki kemampuan menulis yang baik serta wawasan luas di berbagai bidang.
“Dia benar-benar berpengetahuan luas dan sangat penasaran terhadap banyak hal,” katanya.
Namun, ia mengaku terkejut ketika mengetahui Allen diduga terlibat dalam serangan tersebut.
“Dia mungkin orang paling lembut di tim kami, jadi ini sangat mengejutkan,” ujarnya.
Hukuman Berlapis
Jaksa Amerika Serikat untuk Washington, D.C., Jeanine Pirro, mengatakan Allen akan dijerat dengan dua dakwaan sekaligus. Dakwaan pertama terkait penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan, serta satu dakwaan penyerangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya. Ia menambahkan bahwa masih banyak dakwaan lain yang kemungkinan akan menyusul.
Pada Sabtu malam waktu setempat, FBI dan Secret Service juga terlihat mendatangi sebuah rumah yang diduga terkait dengan Allen di Torrance.
FBI disebut tengah mempersiapkan surat perintah penggeledahan terkait insiden tersebut, menurut Bill Essayli, jaksa AS wilayah California Tengah.
Penembakan ini mengguncang para tamu undangan dalam acara tahunan White House Correspondents’ Association Dinner yang biasanya dihadiri kalangan pers Washington, staf pemerintahan, hingga para selebritas.
Trump sebelumnya pernah menghadiri acara tersebut sebelum menjadi presiden, namun tidak pernah hadir selama masa jabatan pertamanya. Kehadiran pada Sabtu malam menjadi yang pertama baginya sebagai presiden, dan ia datang bersama Ibu Negara Melania Trump ketika suara tembakan terdengar.
Saat kejadian, mereka dan sejumlah pejabat lain sedang duduk di bagian depan ballroom ketika terdengar sedikitnya lima letusan keras, sebelum aparat bersenjata segera masuk dan mengevakuasi Presiden, Ibu Negara, Wakil Presiden JD Vance, serta sejumlah tamu lainnya, sementara peserta lain tetap berada di tempat.