Iran Siap Gugat AS dan Israel atas Serangan ke Situs Warisan Budaya

Rakyat Iran di Ibukota Tehran
Rakyat Iran di Ibukota Tehran

Iran disebut akan menempuh jalur hukum untuk menuntut Amerika Serikat dan Israel atas serangan terhadap puluhan situs bersejarah dan monument budaya Iran selama perang yang bekecamuk sejak 28 Februari lalu. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi di akun X miliknya, Minggu 17 Mei Waktu setempat.

Dalam unggahannya, Gharibabadi menyebut serangan gabungan AS-Israel terhadap warisan budaya Iran merupakan serangan terhadap memori Bersama umat manusia. Dia juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang mengorbankan sejarah bangsa besar Iran demi kepentingan politik dan militer harus dimintai pertanggungjawaban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Warisan budaya Iran bukan hanya aset nasional rakyat Iran, tetapi juga bagian dari memori bersama umat manusia. Republik Islam Iran akan mencatat dan mendokumentasikan agresi terhadap warisan budayanya serta menindaklanjutinya melalui mekanisme tanggung jawab internasional," ujar dia dikutip dari laman presstv.ir, Senin 18 Mei 2026.

Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat dan zionis Israel menyerang sedikitnya 149 situs bersejarah dan museum di 20 provinsi Iran selama agresi yang dimulai pada 28 Februari dan berakhir lewat gencatan senjata 39 hari kemudian.

Gharibabadi menyebut lima dari situs yang diserang berada di bawah perlindungan badan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO.

"Berdasarkan Konvensi Den Haag 1954 UNESCO dan prinsip dasar hukum humaniter internasional, situs budaya harus dihormati dan dilindungi selama konflik bersenjata," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan bahwa kerusakan terhadap warisan budaya Iran selama agresi terbaru menunjukkan pelanggaran yang terjadi bukan hanya terkait larangan penggunaan kekuatan dan perlindungan warga sipil, tetapi juga menyasar memori sejarah dan peradaban bangsa Iran.

Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran memperkirakan biaya perbaikan situs-situs warisan budaya yang rusak akibat agresi AS-Israel mencapai sekitar 70 triliun rial Iran atau sekitar Rp686,4 miliar.