Israel Siapkan Eskalasi Serangan Lebih Kuat ke Iran, Netanyahu Janji Aksi ‘Tak Pernah Terjadi Sebelumnya’
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu baru saja melakukan pertemuan dengan jajaran petinggi pertahanan Israel dan Mossad. Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu telah memerintahkan militer Israel (IDF) untuk melanjutkan serangan intensif ke jantung kota Tehran, Iran. Tindakan ini diambil menyusul dengan serangan rudal yang digencarkan Iran ke Tel Aviv dan Beit Shemesh baru-baru ini.
“Saya baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Menteri Pertahanan, Kepala Staf IDF, dan Direktur Mossad. Saat ini pasukan kita sedang menggempur pusat kota Teheran dengan intensitas yang semakin meningkat,” kata dia dikutip dari saluran YouTube resmi PM Israel, Selasa 3 Maret 2026.
Netanyahu juga mengaku pihaknya akan meningkatkan serangan intensif ke Iran selama beberapa waktu ke depan. Dia juga berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan IDF seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya demi memastikan keberlangsungan hidup dan masa depan warganya.
“Saya telah memberikan instruksi untuk melanjutkan operasi ini. Serangan ini akan terus berlanjut bahkan semakin ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan. Kita sedang berada dalam sebuah operasi besar, di mana kita mengerahkan seluruh kekuatan IDF ke medan pertempuran seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, demi memastikan keberlangsungan hidup dan masa depan kita,” kata dia.
Netanyahu mengklaim bahwa Israel telah berhasil menewaskan pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei beserta puluhan pejabat senior lainnya.
“Kemarin kami telah menyingkirkan tirani Khameneni dan bersama dirinya kami juga telah menyingkirkan puluhan pejabat tinggi dari rezim penindas tersebut,” kata dia.
Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui bahwa serangan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh militer Amerika Serikat dan sahabatnya, Presiden AS Donald Trump. Ia menegaskan, koalisi kekuatan itu adalah dukungan yang telah lama ia nantikan bahkan selama 40 tahun untuk menyingkirkan Ali Khamenei.
“Dalam operasi ini, kita juga mendapat dukungan dari Amerika Serikat, dari sahabat saya Presiden AS Donald Trump, serta militer Amerika Serikat. Koalisi kekuatan ini memungkinkan kita melakukan apa yang telah saya cita-citakan selama 40 tahun yakni menghancurkan rezim teror tanpa ampun. Inilah yang saya janjikan, dan inilah yang akan kita wujudkan,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyampaikan duka kepada seluruh keluarga korban serangan Iran di Tel Aviv dan Beit Shemesh.
“Namun, ini juga merupakan hari-hari yang menyakitkan bagi kita. Kemarin di Tel Aviv, dan kini di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang terkasih. Hati saya bersama keluarga yang ditinggalkan. Atas nama seluruh warga Israel, saya menyampaikan doa dan harapan agar para korban luka segera pulih,” kata dia.