Intelijen AS Bongkar Kemampuan Militer Iran Pulih Lebih Cepat dari Perkiraan
Diam-diam kekuatan militer Iran dilaporkan telah pulih. Berdasarkan laporan yang dirilis media CNN Internasional, Kamis 21 Mei, Iran disebut sudah kembali memproduksi sebagian drone militernya selama masa gencatan senjata yang dimulai April lalu.
Tak hanya itu saja, dalam laporan yang mengutip empat sumber yang mengetahui laporan interlijen Amerika Serikat menilai kemampuan militer Iran pulih jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Melansir laman Al Arabiya News, Kamis 21 Mei 2026, menurut empat sumber yang mengetahui laporan intelijen itu, pemulihan kemampuan militer Iran menunjukkan bahwa negara tersebut masih menjadi ancaman besar bagi sekutu-sekutu regional jika Trump kembali melanjutkan kampanye serangan ke Iran.
Salah satu sumber, seorang pejabat AS, mengatakan kepada CNN bahwa sejumlah estimasi intelijen menunjukkan Iran bisa memulihkan sepenuhnya kemampuan serangan drone mereka hanya dalam waktu sekitar enam bulan.
Laporan itu juga menyebut ada beberapa faktor yang membuat Iran mampu bangkit lebih cepat dari perkiraan, termasuk dukungan dari Rusia dan China.
“Sebagai contoh, China terus memasok komponen kepada Iran selama konflik berlangsung yang dapat digunakan untuk membuat rudal,” tulis CNN dengan mengutip dua sumber yang mengetahui laporan intelijen AS.
Namun, laporan tersebut menambahkan bahwa pasokan itu kemungkinan mulai terhambat akibat blokade yang masih dilakukan Amerika Serikat.
Sebelumnya, presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Rabu waktu setempat mengatakan AS siap melanjutkan serangan terhadap Tehran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan damai. Meski begitu, Trump memberi sinyal Washington masih bisa menunggu beberapa hari lagi untuk mendapatkan jawaban yang tepat.