Diskon Pajak Dongkrak Pendapatan Jabar, Dedi Mulyadi Siap Gaspol Perbaiki Jalan
Kebijakan diskon pajak kendaraan bermotor sebesar 10 persen yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama libur Lebaran 2026 terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa penerimaan pajak meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan ini terjadi karena tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan program keringanan pajak tersebut.
Warga memanfaatkan berbagai kanal pembayaran, termasuk layanan digital, untuk tetap memenuhi kewajiban mereka meskipun sedang dalam suasana libur Lebaran.
Mengapa diskon pajak mampu meningkatkan pendapatan?
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kebijakan diskon 10 persen justru mendorong masyarakat untuk segera membayar pajak kendaraan bermotor. Program ini dinilai efektif menarik minat wajib pajak yang sebelumnya menunda pembayaran.
"Wajib pajak kendaraan bermotor, yang selama libur Lebaran memanfaatkan fasilitas diskon 10 persen dan saya sampaikan, pendapatannya tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Dedi.
Ia menilai peningkatan ini tidak hanya disebabkan oleh insentif finansial, tetapi juga karena kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap kewajiban pajak.
"Tentunya ini karena kecintaan masyarakat Jawa Barat terhadap pembangunan di Jawa Barat," kata Dedi.
Bagaimana perbandingan pendapatan tahun ini dengan tahun lalu?
Berdasarkan data yang disampaikan, penerimaan pajak kendaraan selama periode Lebaran tahun ini mengalami lonjakan signifikan.
Jika pada tahun sebelumnya pendapatan hanya sekitar Rp 400 juta, pada tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp 1,3 miliar.
Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan momentum diskon untuk melunasi kewajiban pajak.
Dedi juga menyoroti bahwa masyarakat tetap produktif meskipun dalam suasana libur.
"Warga Jabar meuni istimewa sekali ini. Di saat lebaran masih bayar pajak kendaraan bermotor," ujarnya.
Keberhasilan program diskon pajak juga didukung oleh kemudahan akses melalui layanan digital. Masyarakat dapat membayar pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.
Beberapa layanan yang dimanfaatkan antara lain:
- e-Samsat melalui aplikasi Sambara
- Signal (Samsat Digital Nasional).
Apa dampak peningkatan pajak bagi pembangunan daerah?
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peningkatan pendapatan dari pajak kendaraan akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Fokus utama adalah perbaikan jalan, saluran air, dan penerangan.
"Dan mulai minggu depan kita akan gaspol lagi untuk terus membangun jalan-jalan di seluruh Provinsi Jawa Barat, berdasarkan kemampuan keuangan yang kita miliki," tutur Dedi.
Ia menambahkan bahwa kualitas jalan yang semakin baik menjadi salah satu alasan masyarakat semakin sadar membayar pajak.
"Ini tandanya warga Jabar cinta banget sama jalan yang mulus," katanya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Bahkan, ada yang nyebutnya hari ini seperti di Sirkuit Mandalika. Jauh lah kalau Sirkuit Mandalika kebagusan. Ya lumayan lah, minimal bisa dinikmati oleh para pengendara dengan baik," ujarnya.
Apa pesan pemerintah kepada masyarakat?
Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah taat membayar pajak. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak.
Selain itu, ia mengaku terbuka terhadap kritik yang disampaikan publik sebagai bentuk perhatian terhadap kinerja pemerintah.
"Saya memahami, bapak dan ibu mengkritik saya, nyinyirin saya, itu merupakan kecintaan kepada saya karena setiap hari di pikirannya hanya ada saya, sehingga tidak ada hari tanpa membicarakan saya. Nuhun ya," pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjabar.id dan Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi Ungkap Efek Diskon Pajak Lebaran, Pendapatan Jabar Melejit 3 Kali Lipat".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang