Marak Parkir Liar hingga Pungli di Destinasi Wisata Alam Jabar, Dedi Mulyadi: Jangan Dilayani, Jangan DIberi

Dedi Mulyadi, parkir liar, Marak Parkir Liar hingga Pungli di Destinasi Wisata Alam Jabar, Dedi Mulyadi: Jangan Dilayani, Jangan DIberi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menjaga alam melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah wisata alam seharusnya dapat dinikmati secara gratis oleh semua orang.

Pernyataan itu disampaikan Dedi setelah menyoroti maraknya praktik pungutan liar, khususnya parkir ilegal di sejumlah lokasi wisata alam yang sering menjadi keluhan masyarakat.

Menurutnya, kekayaan alam Jawa Barat merupakan kebanggaan bersama yang tidak boleh dibatasi oleh kemampuan ekonomi pengunjung.

"Anugerah alam yang indah merupakan keberkahan dalam kehidupan kita," ujar Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa seluruh keindahan alam merupakan nilai estetika yang dapat dinikmati siapa saja tanpa diskriminasi.

"Untuk itu seluruh alam ini harus dinikmati tanpa harus membedakan, kaya dan miskin, punya uang atau tidak punya uang," ujarnya.

Mengapa wisata alam harus gratis?

Dedi menilai alam bukanlah komoditas eksklusif. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat bisa mengakses ruang publik secara adil.

Namun ia memberikan syarat penting, masyarakat tidak boleh melayani oknum pungutan liar.

"Jangan melayani dan jangan diberi," imbau Dedi Mulyadi.

Ia menyebut fenomena yang kerap terjadi adalah suatu lokasi menjadi indah dan viral, lalu muncul parkir liar dan pungutan tidak resmi.

Selain itu, kemunculan pedagang kaki lima yang tidak tertata sering menimbulkan sampah dan merusak tata kelola kawasan wisata.

Kondisi tersebut membuat lokasi wisata hanya ramai sesaat kemudian terbengkalai.

Dedi menekankan ruang publik dan wisata alam bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik semua orang sehingga harus dirawat bersama.

Bagaimana kondisi wisata alam Jawa Barat?

Dedi Mulyadi, parkir liar, Marak Parkir Liar hingga Pungli di Destinasi Wisata Alam Jabar, Dedi Mulyadi: Jangan Dilayani, Jangan DIberi

Wisatawan berpose di Bawah air terjun Curug Wangi ( FOTO : KOMPAS.com / Ahya Nurdin)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, Jawa Barat berada di posisi kedua provinsi dengan wisata alam terbanyak di Indonesia dengan 224 lokasi, setelah Jawa Tengah 250 lokasi.

Daftar 10 provinsi wisata alam terbanyak:

  1. Jawa Tengah (250)
  2. Jawa Barat (224)
  3. Jawa Timur (210)
  4. Bali (91)
  5. Sumatera Utara (85)
  6. Banten (67)
  7. DI Yogyakarta (65)
  8. Lampung (55)
  9. Sumatera Barat (53)
  10. Sulawesi Selatan (43).

Karakteristik geografis pegunungan, laut, dan hutan tropis menjadikan Jawa Barat memiliki potensi wisata beragam serta dekat dengan pasar wisata Jabodetabek.

Kunjungan wisata ke Bandung hingga triwulan III 2025 bahkan mencapai 6,5 juta orang, dengan wisata kuliner mendominasi sekitar 60 persen.

Apa saja contoh wisata alam populer di Jawa Barat?

1. Pegunungan dan kawah:

  • Kawah Putih Ciwidey
  • Gunung Tangkuban Perahu Lembang
  • Gunung Papandayan Garut
  • Gunung Gede Pangrango
  • Stone Garden Citatah.

2. Hutan dan taman:

  • Tahura Bandung
  • Kebun Raya Bogor dan Cibodas
  • Orchid Forest Cikole

3. Air terjun:

  • Curug Cikaso Sukabumi
  • Curug Cilember Puncak
  • Curug Citambur Cianjur

4. Pantai dan laut:

  • Pantai Pangandaran
  • Ujung Genteng Sukabumi

Pantai Cianjur Selatan

Lainnya:

  • Green Canyon Pangandaran
  • Geopark Ciletuh
  • Waduk Jatiluhur

Dedi berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan wisata.

Keindahan alam, menurutnya, harus menjadi milik bersama dan dapat dinikmati lintas generasi secara berkelanjutan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Wisata Alam Harusnya Gratis, Dedi Mulyadi Imbau Warga Jabar Tak Beri Uang ke Tukang Pungli. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang