Kisah Haru Anak Penjual Rempeyek yang Ditinggal Ayah, Dedi Mulyadi Sampai Turun Tangan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah meninjau proses penataan kawasan Jalan Sukajadi, Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta agar salah satu pagar besi yang dinilai menghalangi area jalan dibongkar karena keberadaannya dianggap berlebihan.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, cukup satu pagar yang dipertahankan, sementara pagar lainnya sebaiknya dilepas agar kawasan tersebut terlihat lebih terbuka.
Di sela-sela pemantauan, Dedi Mulyadi sempat dikerumuni sejumlah anak yang ingin berfoto dengannya. Namun, perhatiannya kemudian tertuju pada seorang anak yang berdiri diam sambil membawa dagangan rempeyek.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat memantau kawasan Sukajadi, Bandung.
KDM lalu menghampiri dan mengajak anak tersebut berbincang.
"Sini kamu, rajin, kamu sekolah?" tanya KDM.
Anak itu menjawab bahwa dirinya masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Percakapan kemudian berlanjut ke kondisi keluarganya. Dedi Mulyadi menanyakan keberadaan ayah sang anak.
"Bapaknya masih ada?" tanya KDM.
"Sudah cerai," jawab anak yang mengenakan jersey Persib Bandung tersebut.
"Jadi sekarang tinggal siapa?" tanya Dedi lagi.
"Sama Mama," jawabnya.
Diketahui, ayahnya kini tinggal di Purwakarta, sementara sang ibu berasal dari Sukagalih dan bekerja di sebuah salon.
"Kerja apa ibu kamu sekarang?" tanya KDM.
Mendengar jawaban sang anak, Dedi kemudian memperhatikan matanya yang tampak berkaca-kaca. Saat ditanya alasannya, anak tersebut mengaku sedih karena merindukan ayahnya.
Ia mengatakan sudah lebih dari dua tahun tidak tinggal bersama sang ayah.
"Nggak dikasih nafkah sama Bapak? nggak dikirimin uang buat sekolah?" tanya KDM.
"Nggak, mama yang biayain," jawabnya.
Anak tersebut juga bercerita bahwa uang jajannya sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per hari. Sebagian besar uang itu ia tabung karena di sekolah sudah mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan adanya MBG, uang jajannya bisa disisihkan untuk ditabung.
Sepulang sekolah, ia membantu mencari tambahan penghasilan dengan berjualan rempeyek. Jika seluruh dagangannya yang berjumlah sekitar 15 hingga 20 bungkus habis terjual, ia bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp40 ribu.
Seluruh keuntungan tersebut disimpannya sebagai tabungan.
KDM kemudian penasaran dengan jumlah tabungan yang sudah berhasil dikumpulkan.
"Ada sejuta setengah Pak," jawab sang anak.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi mengaku kagum dengan kegigihan dan kebiasaan menabung yang dimiliki anak tersebut. Ia pun berinisiatif membantu menambah tabungannya sebesar Rp5 juta.
"Tapi bawa buku tabungannya ke Pak Dedi," ujarnya.
Dedi lalu meminta timnya untuk menghubungi ibu sang anak dan meminta nomor rekening tabungan agar bantuan tersebut dapat segera dikirimkan.
Sebelum berpisah, KDM juga membeli dagangan rempeyek milik anak tersebut.
"Jadi ini sebungkus berapa? Sekarang mah ngasih 200 ribu dulu."
Mendapat bantuan dan perhatian dari orang nomor satu di Jawa Barat itu, sang anak langsung mengucapkan terima kasih dengan wajah penuh haru.