Top 5+ Fakta OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Ajudan-Sekda Ditangkap, Terkait Pengondisian Vendor
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Langkah ini berkaitan dengan dugaan pengondisian pengadaan tenaga alih daya (outsourcing) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Juru Bicara KPK Budi Praetyo menyampaikan, perkara tersebut diduga melibatkan sejumlah dinas di lingkungan pemkab.
"Salah satunya terkait dengan pengadaan barang dan jasa berupa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Jadi, ini diduga ada di beberapa dinas,” ujar Budi di Gedung Juang KPK, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa.
"Sejumlah pengadaan yang dilakukan di dinas-dinas pada Pemkab Lamongan prosesnya diduga diatur atau dikondisikan, sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang,” sambungnya.
Berikut lima fakta terkait KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
1. Empat Ruangan Kantor Disegel
Dalam rangkaian OTT Bupati Pekalongan, penyidik KPK menyegel empat ruangan di lingkungan Pemkab.
Ruangan yang disegel meliputi ruang bupati, ruang sekretaris daerah, ruang Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, serta ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi membenarkan adanya penyegelan tersebut.
"Akan tetapi, masalah kasusnya saya belum tahu. Saya belum bisa memberikan keterangan apa-apa pada media," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa.
Ia menyebut belum mengetahui detail perkara karena sedang berada di luar daerah.
"Tunggu saja perkembangannya karena (kasus itu) masih dalam proses oleh KPK," katanya.
2. Sejumlah ASN Diperiksa di Mapolres
Tim Penyidik KPK sempat memeriksa sepuluh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Pekalongan di Mapolres Pekalongan Kota.
Pemeriksaan dilakukan dengan memanfaatkan dua ruangan di lantai dua, yakni aula dan posko.
Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Kota Pekalongan Iptu Purno Utomo mengatakan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi tempat untuk memeriksa ASN pemkab.
"Iya, benar, di ruang aula dan posko," katanya.
"Akan tetapi, kami tidak tahu secara persis kegiatan ataupun pemeriksaan apa yang sedang dilakukan KPK, siapa saja yang diperiksa, berapa orang yang diperiksa, maupun materinya," tambah Purno.
Saat pemeriksaan berlangsung, lima mobil pelat merah dan satu mobil dinas Pemkab Pekalongan terlihat parkir di halaman Polres.
Terkait OTT Fadia Arafiq, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum-Taru Kabupaten Pekalongan Budhi Antoyo meminta ASN tetap menjalankan tugas seperti biasa.
"Kita tidak tahu apa persoalannya. Yang penting mari kita berdoa dan meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuasa," katanya.
3. Ditangkap Bersama Dua Orang Terdekat
KPK menyebut Fadia Arafiq diamankan bersama dua orang lainnya. Ketiganya kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dua pihak lainnya merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari Bupati," ujar Budi dikutip dari Antara, Selasa.
Menurut KPK, pemeriksaan masih berlangsung secara intensif.
4. Total 11 Orang Diamankan, Termasuk Sekda
Selain bupati, KPK mengamankan total 11 orang dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur aparatur sipil negara dan pihak swasta.
Salah satu yang turut diamankan adalah Sekretaris Daerah Pemkab Pekalongan, HM Yulian Akbar.
“Dari 11 orang yang diamankan dan dibawa ke KPK tersebut, ada dari unsur ASN dan juga unsur swasta. Salah satunya adalah Sekda Pemkab Pekalongan,” ujarnya dilansir dari , Selasa.
KPK menyatakan pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi kebutuhan bukti awal dalam tahap penyelidikan.
5. Kendaraan dan Barang Bukti Elektronik Disita
Dalam OTT ini, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kendaraan serta barang bukti elektronik (BBE).
“Di antaranya memang BBE juga diamankan, ada kendaraan juga ada yang diamankan,” kata Budi dikutip dari , Selasa.
KPK belum merinci jenis kendaraan maupun perangkat elektronik yang disita.
Budi hanya mengatakan bahwa Fadia bersama ajudan dan orang kepercayaannya diringkus di Semarang pada Selasa dini hari.
Ketiganya langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang