Cara Cut Meyriska Atasi Berat Badan Anak Seret
Menghadapi tantangan berat badan anak yang tidak kunjung naik atau berada di bawah grafik ideal, sering kali memicu kecemasan mendalam bagi orangtua.
Kondisi ini menuntut kepekaan ekstra untuk mengenali sinyal-sinyal fisik maupun perilaku yang ditunjukkan oleh buah hati sejak dini.
Aktris Cut Meyriska mengakui bahwa memantau tumbuh kembang kedua anaknya secara detail adalah keharusan agar tidak ada tahapan perkembangan yang terlewat.
Ia pun memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan kapan dirinya harus merasa waspada terhadap kondisi anak melalui pemeriksaan rutin.
"Biasanya aku cek dari buku (buku Kesehatan Ibu dan Anak) ataupun timbangan. Nah dari situ, kalau misalnya satu sampai dua bulan (berat badan) masih belum naik, itu sudah jadi alarm buat aku nih," ujar Cut Meyriska dalam acara Health Corner bertajuk "Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat" di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Waspadai anak yang tiba-tiba lesu dan rewel
Selain berpatokan pada angka di timbangan dan buku KIA, yang juga dikenal sebagai "buku pink", Cut Meyriska juga sangat memerhatikan perubahan nafsu makan serta aktivitas harian anak.
Bagi istri dari aktor Roger Danuarta ini, tingkat keaktifan anak merupakan cermin utama dari status kesehatannya saat itu.
Berdasarkan pengalamannya membesarkan dua anak, Cut Meyriska menjelaskan bahwa anak yang sehat umumnya aktif bermain ke sana kemari. Namun, ketika asupan nutrisinya terganggu, perilaku tersebut akan berubah drastis menjadi lesu dan emosional.
"Biasanya anak itu kan semangat ya, suka main lari sana sini, aktif. Kalau tiba-tiba makannya kurang, badannya lemas, enggak semangat main, terus suka menangis, ini udah jadi alarm banget buat aku. Aku harus lebih tahu supaya aku tahu bagaimana cara menangani anak ini," ucap dia.
Pentingnya konsultasi sebelum beri vitamin
Terkait asupan tambahan, perempuan yang mulai semakin dikenal publik lewat perannya dalam serial "Anak Jalanan" ini, menekankan pentingnya konsultasi medis sebelum memberikan vitamin kepada anak.
Ia menceritakan pengalamannya bahwa setiap anak, meski saudara kandung, memiliki kebutuhan yang sangat berbeda tergantung pada berat badan, tinggi, hingga masalah makannya, seperti perilaku picky eater.
Cut Meyriska sempat mencoba memberikan vitamin yang sama untuk anak pertama dan kedua, tetapi ternyata hasilnya tidak efektif.
Ketidakcocokan ini membuatnya kembali berkonsultasi ke dokter demi memastikan asupan vitamin benar-benar memenuhi kebutuhan nutrisi spesifik masing-masing anak.
Lebih lanjut, ia memperingatkan para ibu agar tidak sembarangan memberikan vitamin berdasarkan tren atau rekomendasi teman tanpa mengetahui takaran yang tepat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang