Asupan Protein Ganda Bukan Solusi Tunggal untuk Berat Badan Anak

double prohe, Berat Badan Anak, protein hewani, Asupan Protein Ganda Bukan Solusi Tunggal untuk Berat Badan Anak

Tren memberikan protein hewani ganda atau "double prohe" (double protein hewani) semakin populer di kalangan orangtua sebagai cara cepat menaikkan berat badan anak.

Banyak yang percaya bahwa semakin banyak protein yang dikonsumsi, semakin cepat pula grafik pertumbuhan anak akan melonjak.

Namun, pemberian protein dalam jumlah banyak ternyata tidak serta-merta menjadi solusi utama jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi lainnya, seperti yang dituturkan oleh dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A.

"Iya, jadi ini banyak kesalahan juga buat orang tua juga, mereka pikir double prohe pasti menyelesaikan masalah," ujar dr. Ian dalam acara Health Corner bertajuk "Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat" di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Pentingnya keseimbangan makronutrisi

double prohe, Berat Badan Anak, protein hewani, Asupan Protein Ganda Bukan Solusi Tunggal untuk Berat Badan Anak

dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A (ujung kanan) dalam acara Health Corner bertajuk Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Dokter Ian menjelaskan bahwa protein bukanlah sumber energi yang paling efisien jika dibandingkan dengan lemak dan karbohidrat.

Jika anak hanya mengonsumsi protein, tetapi mengabaikan sumber energi lainnya, tubuh tidak akan menggunakan nutrisi tersebut secara optimal untuk pertumbuhan tinggi badan.

"Tapi ingat, kalau anak cuma bisa makan proteinnya saja sedangkan karbohidratnya enggak dimakan, lemaknya enggak dimakan, sama aja proteinnya ujung-ujungnya enggak dipakai benar-benar buat tinggi badan," papar dr. Ian.

Tanpa asupan lemak dan karbohidrat yang cukup, protein yang masuk ke tubuh anak justru akan dialihkan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan energi dasar, bukan untuk membangun jaringan tubuh atau tinggi badan.

Perbandingan nilai kalori nutrisi

Secara medis, protein memiliki nilai kalori yang tergolong kecil dibandingkan makronutrisi lainnya. Dalam penjelasannya, dr. Ian menuturkan bahwa perbandingan angka kalorinya cukup rendah dibandingkan dengan karbohidrat.

double prohe, Berat Badan Anak, protein hewani, Asupan Protein Ganda Bukan Solusi Tunggal untuk Berat Badan Anak

Ilustrasi MPASI. IDAI mengungkap sejumlah mitos MPASI yang masih beredar, dari larangan protein hewani hingga tren media sosial yang berisiko bagi kesehatan bayi.

"Ya protein kalorinya kan kecil, cuma empat (4 kkal per gram), kalau karbohidrat kan bisa sampai 4,6 (kkal per gram), kalau lemak 9 (kkal per gram)," jelas dokter yang berpraktik di Tzu Chi Hospital PIK ini.

Perbedaan nilai kalori yang signifikan ini menunjukkan bahwa lemak dan karbohidrat memegang peranan kunci dalam mendongkrak berat badan.

"Jadi, kalau misalnya dia cuma makan ikan saja atau makan proteinnya saja, tapi lemaknya enggak dimakan dan karbohidrat juga enggak dimakan, sama saja percuma," tutur dr. Ian.

Syarat penambahan protein hewani

Meski menu seimbang adalah prioritas, penambahan protein tetap diperbolehkan dengan catatan tertentu.

Untuk itu, dr. Ian menyarankan agar orangtua tetap mengedepankan komposisi makanan yang lengkap dan melihat kesiapan nafsu makan sang anak, sebelum memutuskan untuk memberikan porsi protein tambahan.

"Jadi, tetaplah menu seimbang, tapi kalau misal anak masih mau makan, tambahin proteinnya lagi, double gitu," saran dr. Ian.

double prohe, Berat Badan Anak, protein hewani, Asupan Protein Ganda Bukan Solusi Tunggal untuk Berat Badan Anak

Bahaya Jika Terlalu Dini, Ini Waktu yang Tepat Konsumsi Garam Bagi Anak-anak

Keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak tetap menjadi kunci utama dalam memastikan setiap nutrisi yang masuk ke tubuh anak bekerja sesuai fungsinya masing-masing demi tumbuh kembang yang hebat.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merekomendasikan konsep gizi seimbang melalui panduan visual "Isi Piringku".

Dalam satu piring, setengah bagian diisi oleh sayuran dan buah-buahan, dengan porsi sayuran sedikit lebih besar. Setengah bagian lainnya diisi oleh makanan pokok dan lauk pauk, dengan porsi makanan pokok lebih banyak dari lauk pauk.

Berikut adalah panduan komponen pembentuk gizi seimbang tersebut:

  • Makanan pokok (karbohidrat): Contohnya meliputi nasi putih, nasi merah, kentang, singkong, ubi jalar, jagung, atau sagu.
  • Lauk pauk (protein): Lauk pauk terbagi menjadi protein hewani yang meliputi daging ayam, daging sapi, ikan, telur, serta protein nabati yang meliputi tempe, tahu, kacang-kacangan.
  • Sayuran (vitamin dan mineral): Contohnya adalah bayam, kangkung, wortel, brokoli, tomat, dan sayuran hijau lainnya.
  • Buah-buahan (vitamin): Contohnya mencakup pisang, pepaya, jeruk, apel, semangka, atau melon
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang