Maskapai Saudia Stop Penerbangan ke Timur Tengah, Imbas Konflik Iran
Maskapai penerbangan Saudia membatalkan penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah, seperti Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar hingga 2 Maret pukul 23.59 waktu setempat.
"Karena situasi yang terus berubah di kawasan tersebut dan penutupan wilayah udara, penerbangan ke dan dari Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar telah dibatalkan," dikutip dari laman resmi Saudia, Minggu (1/3/2026).
Maka dari itu, pihak maskapai meminta calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara.
Apabila jadwal penerbangan yang telah dipesan dibatalkan, calon penumpang diminta menghubungi agen perjalanan untuk pemesanan ulang tiket pesawat.
"Para tamu akan diberi tahu tentang setiap pembaruan melalui detail kontak yang terhubung dengan pemesanan mereka. Pastikan detail kontak Anda sudah benar di Kelola pemesanan Anda," katanya.
Untuk diketahui, wilayah udara di sebagian wilayah Timur Tengah ditutup karena serangan yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
Dilansir dari Al Jazeera, setidaknya ada delapan negara yang menyatakan menutup wilayah udara saat konflik ini meletus pada Sabtu (28/2/2026).
Negara tersebut meliputi Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Suriah juga mengumumkan telah menutup sebagian wilayah udaranya di selatan sepanjang perbatasannya dengan Israel selama 12 jam.
negara di kawasan itu menutup wilayah udaranya, beberapa pesawat terpaksa mengalihkan rute penerbangan di sekitar Larnaca, Jeddah, Kairo, dan Riyadh.
Maskapai penerbangan seperti UEA, Emirates dan flydubai, untuk sementara menghentikan operasionalnya. Sementara Etihad menangguhkan semua keberangkatan dari Abu Dhabi hingga pukul 10.00 pada hari Minggu (1/3/2026).
Qatar Airways dan Kuwait Airways untuk sementara menangguhkan penerbangan, sementara Turkish Airlines juga membatalkan penerbangan ke beberapa destinasi di Timur Tengah.
Oman Air mengatakan telah menangguhkan semua penerbangan ke Baghdad karena perkembangan di kawasan tersebut.
Apa yang terjadi di Iran?
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran hingga ledakannya terdengar dan terlihat di seluruh Teheran dan kawasan lain negara tersebut.
Beberapa rudal telah menghantam jalan di daerah Jomhouri, Teheran. Asap bahkan terlihat mengepul di kota itu.
Kantor Berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa ledakan juga terjadi di daerah Seyyed Khandan di utara Teheran.
Pengumuman itu mengejutkan Israel saat negara itu berupaya mencegat rudal Iran yang datang tak lama setelah menyerang Iran.
Pernyataan tersebut terdengar tepat setelah militer Israel mengatakan akan menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk menembak jatuh rudal Iran.
Belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan yang sedang berlangsung.
Namun, eskalasi tersebut meredupkan harapan akan solusi pemecahan masalah untuk memecahkan nuklir Teheran dengan Barat, dan kembali menyulut konflik setelah berminggu-minggu peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.
Kejadian ini menandai gejolak terbaru bagi perjalanan udara di wilayah yang biasanya ramai di tengah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Dengan wilayah udara Rusia dan Ukraina yang ditutup untuk sebagian besar maskapai penerbangan karena perang bertahun-tahun, Timur Tengah telah menjadi rute yang lebih penting untuk penerbangan antara Eropa dan Asia.
Zona konflik menjadi beban operasional yang semakin besar bagi maskapai penerbangan karena serangan udara menimbulkan kekhawatiran mengenai jatuhnya pesawat komersial secara tidak disengaja atau disengaja.
Waktu penerbangan yang lebih lama juga membutuhkan lebih banyak bahan bakar, sehingga menambah biaya operasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang