Penerbangan Qatar Airways ke Timur Tengah Masih Ditangguhkan hingga Hari Ini

Qatar Airways, Penerbangan Qatar Airways ke Timur Tengah Masih Ditangguhkan hingga Hari Ini

Operasional penerbangan Qatar Airways ke Timur Tengah, khususnya ke Doha masih ditangguhkan sementara hingga hari ini, Minggu (1/3/2026). Penangguhan dilakukan karena wilayah udara Qatar ditutup.

"Operasi penerbangan Qatar Airways tetap ditangguhkan sementara karena penutupan wilayah udara Qatar," ungkap keterangan resmi Qatar Airways, Minggu (1/3/2026) pagi.

Lebih lanjut disampaikan, Qatar Airways akan melanjutkan operasionalnya setelah Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengumumkan pembukaan kembali wilayah udara Qatar dengan aman.

"Penumpang disarankan untuk memantau informasi penerbangan terbaru melalui qatarairways.com atau aplikasi seluler Qatar Airways," katanya.

Sebelumnya, penangguhan sementara penerbangan Qatar Airways ke Doha diumumkan pada Sabtu (28/2/2026).

Di Bandara Internasional Hamad, penumpang yang terdampak dibantu oleh staf darat tambahan yang dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.

Qatar Airways menyediakan semua pengaturan yang diperlukan untuk memastikan bahwa setiap upaya yaang dilakukan bisa meminimalisasi ketidaknyamanan selama gangguan.

"Keselamatan dan kesejahteraan penumpang serta karyawan kami tetap menjadi prioritas utama kami. Penumpang dapat meminta pengembalian dana atau mengubah penerbangan mereka dalam 7 hari ke depan," kata pihak maskapai.

Untuk diketahui, wilayah udara di sebagian wilayah Timur Tengah ditutup karena serangan yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Dilansir dari Al Jazeera, setidaknya ada delapan negara yang menyatakan menutup wilayah udara saat konflik ini meletus pada Sabtu (28/2/2026).

Negara tersebut meliputi Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Suriah juga mengumumkan telah menutup sebagian wilayah udaranya di selatan sepanjang perbatasannya dengan Israel selama 12 jam.

negara di kawasan itu menutup wilayah udaranya, beberapa pesawat terpaksa mengalihkan rute penerbangan di sekitar Larnaca, Jeddah, Kairo, dan Riyadh.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran hingga ledakannya terdengar dan terlihat di seluruh Teheran dan kawasan lain negara tersebut.

Beberapa rudal telah menghantam jalan di daerah Jomhouri, Teheran. Asap bahkan terlihat mengepul di kota itu.

Kantor Berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa ledakan juga terjadi di daerah Seyyed Khandan di utara Teheran.

Pengumuman itu mengejutkan Israel saat negara itu berupaya mencegat rudal Iran yang datang tak lama setelah menyerang Iran.

Pernyataan tersebut terdengar tepat setelah militer Israel mengatakan akan menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk menembak jatuh rudal Iran.

Belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan yang sedang berlangsung.

Namun, eskalasi tersebut meredupkan harapan akan solusi pemecahan masalah untuk memecahkan nuklir Teheran dengan Barat, dan kembali menyulut konflik setelah berminggu-minggu peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.

Kejadian ini menandai gejolak terbaru bagi perjalanan udara di wilayah yang biasanya ramai di tengah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Dengan wilayah udara Rusia dan Ukraina yang ditutup untuk sebagian besar maskapai penerbangan karena perang bertahun-tahun, Timur Tengah telah menjadi rute yang lebih penting untuk penerbangan antara Eropa dan Asia.

Zona konflik menjadi beban operasional yang semakin besar bagi maskapai penerbangan karena serangan udara menimbulkan kekhawatiran mengenai jatuhnya pesawat komersial secara tidak disengaja atau disengaja.

Waktu penerbangan yang lebih lama juga membutuhkan lebih banyak bahan bakar, sehingga menambah biaya operasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang