Imbas Konflik Timur Tengah, Ratusan Penumpang Pesawat Telantar di Thailand

Thailand, Imbas Konflik Timur Tengah, Ratusan Penumpang Pesawat Telantar di Thailand

Ratusan calon penumpang pesawat terlantar di Thailand pada Sabtu (7/3/2026) karena sejumlah bandara menunda hingga membatalkan penerbangan, karena eskalasi di wilayah udara Timur Tengah.

Dilansir dari The Traveler, sejumlah bandara di Bangkok, Phuket, Chiang Mai, dan Krabi, membatalkan 33 penerbangan, dan menunda 557 penerbangan lainnya.

Situasi ini kemudian mengganggu operasional penerbangan beberapa maskapai, seperti: Thai AirAsia, Emirates, Thai Lion Air, Etihad, Thai Vietjet Air, dan beberapa maskapai lainnya.

Berdasarkan data operasional bandara secara real-time, dan jadwal maskapai penerbangan per Sabtu (7/3/2026), gangguan ini melanda gerbang rute internasional dan domestik tersibuk di Thailand.

Di antaranya yaitu Suvarnabhumi dan Don Mueang di Bangkok, bersama dengan Phuket, Chiang Mai, dan Krabi.

Semua bandara tersebut melaporkan tekanan operasional yang signifikan karena maskapai penerbangan menyesuaikan kembali rute dan jadwal awak kabin.

Tindakan ini sebagai respons terhadap wilayah udara yang tidak stabil di beberapa bagian Timur Tengah.

Lebih lanjut disampaikan, meskipun tidak semua penerbangan yang terdampak berasal dari atau berangkat dari negara tersebut, tapi dampak berantai paling terlihat di ruang tunggu keberangkatan dan kedatangan yang ramai di bandara-bandara Thailand.

Penumpang menghadapi antrean panjang di konter maskapai, dan meningkatnya ketidakpastian mengenai penerbangan lanjutan.

Data operasional menunjukkan bahwa dua bandara Bangkok menyerap sebagian besar pembatalan.

Sementara Phuket mencatat konsentrasi penundaan terberat, terutama pada layanan regional yang menghubungkan destinasi pantai populer dengan pusat-pusat penerbangan di seluruh Teluk dan wilayah Asia-Pasifik.

Sedangkan Chiang Mai dan Krabi, melaporkan peningkatan delay yang cukup tinggi, karena gangguan meluas ke seluruh jadwal penerbangan nasional.

Seluruh maskapai di bandara Thailand terdampak

Gangguan yang terjadi saat ini turut melanda seluruh spektrum penerbangan. Tidak hanya bagi penerbangan berbiaya rendah, tetapi juga penerbangan full service yang berbasis di Thailand.

Emirates dan Etihad mengalami pembatalan atau penundaan skala besar pada layanan penerbangan ke dan dari Bangkok dan Phuket.

Thailand, Imbas Konflik Timur Tengah, Ratusan Penumpang Pesawat Telantar di Thailand

Ilustrasi Bandara Suvarnabhumi di Thailand.

Sebab, jaringan mereka terus menanggung dampak penutupan wilayah udara dan pembatasan keselamatan pada rute-rute utama di Teluk dan Levant.

Sementara itu, maskapai Thai AirAsia, Thai Lion Air, dan Thai Vietjet Air melaporkan penundaan yang luas di seluruh rute domestik dan internasional jarak pendek.

Terutama, dari Phuket dan Bangkok, di mana rotasi pesawat dan awak terganggu. Di Phuket, Thai AirAsia dan Thai Lion Air mencatat sejumlah penundaan keberangkatan ke tujuan regional.

Sementara Thai Vietjet Air kesulitan menjaga layanan domestiknya tetap sesuai jadwal karena pesawat yang datang terlambat.

Maskapai lain, termasuk Qatar Airways dan Bangkok Airways, juga ikut terdampak. Bukan hanya karena akibat ketergantungan mereka pada hub Timur Tengah untuk lalu lintas penghubung, tetapi juga karena efek domino jaringan sederhana.

Pengamat penerbangan mencatat bahwa bahkan maskapai penerbangan yang tidak memiliki paparan langsung ke Timur Tengah harus menjadwalkan ulang layanan.

Pilihan lainnya, mengganti pesawat karena kemacetan meningkat di bandara Thailand dan hub penghubung di seluruh Asia dan Eropa.

Pemerintah Thailand tanggapi konflik Timur Tengah

Pemerintah Thailand memahami situasi bahwa ada banyak wisatawan asing yang terdampak dan belum bisa kembali ke negara asalnya.

Maka dari itu, Kementerian Pariwisata dan Olahraga menegaskan bahwa mereka sedang menyiapkan mekanisme dukungan bagi para pelancong yang tidak dapat berangkat sesuai jadwal, dengan fokus pada destinasi liburan utama seperti Phuket, Krabi, Phang Nga, Chiang Mai, dan Bangkok.

Pemerintah juga telah mengumumkan kelonggaran sementara terhadap hukuman tinggal melebihi batas waktu bagi wisatawan yang masa berlaku visanya habis, namun tidak dapat meninggalkan Thailand karena gangguan penerbangan.

Petugas imigrasi di gerbang internasional utama Thailand juga telah diinstruksikan untuk mempertimbangkan dokumen maskapai penerbangan sebagai bukti, saat memeriksa warga negara asing  yang datang terlambat untuk keberangkatan.

Airports of Thailand, yang mengelola bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, Chiang Mai, dan beberapa bandara besar lainnya, mengatakan telah mengaktifkan langkah-langkah darurat.

Termasuk menyediakan konter informasi tambahan, tempat duduk tambahan di area keberangkatan yang padat, dan air minum gratis untuk penumpang yang menghadapi waktu tunggu yang lama. 

Sistem pengeras suara di terminal juga digunakan sepanjang hari untuk menyiarkan informasi terbaru dalam bahasa Thailand dan Inggris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang