Konflik Timur Tengah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Bidik Turis Asia Tenggara

wisatawan mancanegara, Asia Tenggara, Amerika Serikat, Konflik Timur Tengah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Bidik Turis Asia Tenggara

Konflik di Timur Tengah berdampak terhadap sektor perjalanan dan pariwisata dunia. Menyikapi kondisi tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, Indonesia akan memperkuat pasar wisata regional dengan menyasar wisatawan mancanegara (wisman) asal Asia Tenggara dan Oseania.

"Dinamika geopolitik di Timur Tengah ini tidak dipungkiri dapat berdampak pada jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang dan juga devisa," kata Widiyanti dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornas Pariwisata), Jakarta Pust, Rabu (20/5/2026).

"Sehingga kami di Kementerian Pariwisata harus melakukan prepositioning dan juga melakukan strategi-strategi yang jitu untuk membuka pasar di Asia Tenggara, Timur, dan Oseania," tambah dia.

Widiyanti menuturkan, strategi ini dilakukan guna meningkatkan jumlah wisman, sekaligus mengisi kekosongan wisman dari Timur Tengah.

Konflik di Timur Tengah, Indonesia bidik wisman ASEAN

Indonesia kehilangan potensi devisa hingga Rp 2,04 triliun

Sebelumnya, Widiyanti melaporkan, perang yang terjadi akibat konflik Amerika Serikat-Israel lawan Iran menyebabkan Indonesia kehilangan potensi devisa hingga Rp 2,04 triliun.

Pasalnya, perang tersebut membuat 770 penerbangan ke Indonesia batal dalam kurun waktu 28 Februari-28 Maret 2026 sehingga menurunkan jumlah wisatawan long haul dan high spenders yang ingin datang ke Indonesia, dilaporkan , Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, bila situasi ini berlanjut hingga akhir tahun, ada potensi kunjungan sebanyak 1,44-1,68 juta wisman dan devisa sebesar Rp 48,3 triliun-Rp 56,5 triliun yang akan hilang.

Di sisi lain, Widiyanti tetap berkomitmen untuk mencapai target 16-17,6 juta kunjungan wisman pada 2026.

wisatawan mancanegara, Asia Tenggara, Amerika Serikat, Konflik Timur Tengah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Bidik Turis Asia Tenggara

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Indonesia akan menyasar turis Asia Tenggara dan Oseania, imbas konflik Timur Tengah.

Adapun berdasarkan data kunjungan wisman pada 2025, terdapat lima negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia yang berasal dari wilayah Asia dan Pasifik yakni Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste.

Saat ini, kata Widiyanti, wisman banyak yang mencari pengalaman wisata unik, personal, dan berkualitas tinggi.

Selain itu, wisman juga semakin menyadari pentingnya pariwisata berkelanjutan yang perlu disiasati bersama, mulai dari pelaku wisata, asosiasi, juga pemerintah.

Sementara itu, Widiyanti menambahkan, devisa pariwisata dan angka perjalanan wisata nusantara (wisnus) pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

"Capaian devisa pariwisata bersejarah menembus angka Rp 18,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 305,47 triliun," kata Widiyanti.

Dalam segi perjalanan wisnus pada 2025, tercatat sebabnyak 1,2 miliar perjalanan yang tumbuh sebesar 17,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang