AS-Israel Serang Iran, Penerbangan Sipil di Wilayah Udara Timur Tengah Menghilang

AS-Israel Serang Iran, Penerbangan Sipil di Wilayah Udara Timur Tengah Menghilang

 Ruang udara Iran dilaporkan nyaris tanpa lalu lintas penerbangan sipil setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.

Data pelacakan penerbangan global memperlihatkan pesawat komersial menghilang dari jalur udara di atas Iran dan sejumlah negara sekitarnya.

Dilansir dari Business Insider, pantauan Flightradar24 menunjukkan hampir tidak ada pesawat komersial yang melintas di wilayah udara Iran tak lama setelah serangan terjadi.

Situasi serupa juga terlihat di negara tetangga seperti Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania, yang biasanya menjadi jalur sibuk penerbangan internasional.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa maskapai-maskapai global segera mengambil langkah antisipatif dengan membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan demi alasan keselamatan.

Pengalihan rute dilakukan untuk menghindari wilayah udara yang dianggap berisiko tinggi akibat meningkatnya ketegangan militer.

Media internasional Moneycontrol juga melaporkan bahwa langit kawasan Teluk yang umumnya padat lalu lintas penerbangan mendadak kosong dalam waktu singkat.

Data radar penerbangan memperlihatkan pesawat-pesawat memilih jalur memutar menjauhi zona konflik, sehingga menyebabkan gangguan signifikan terhadap jadwal perjalanan internasional.

Sementara itu, laporan dari Travel and Tour World menyoroti dampak lebih luas dari penutupan ruang udara ini.

Selain Iran, beberapa negara di kawasan Timur Tengah turut mengalami pembatasan atau penutupan wilayah udara.

Kondisi tersebut memicu penundaan, pembatalan, serta pengalihan ratusan penerbangan pada rute Eropa–Asia maupun Amerika Serikat–Asia.

Situasi ini merupakan salah satu gangguan besar terhadap lalu lintas udara global dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat sejumlah pesawat melakukan pembalikan arah di udara atau kembali ke bandara asal sesaat setelah lepas landas sebagai langkah pencegahan.

Penutupan dan pengosongan ruang udara Iran ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat berdampak langsung pada industri penerbangan global.

Maskapai dan otoritas penerbangan internasional kini memprioritaskan keselamatan dengan terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang