Habib Jafar Kenang Sosok Baik Vidi Aldiano yang Meninggal di Bulan Ramadhan
Kepergian penyanyi Indonesia Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Tidak hanya penggemar, sejumlah sahabat dan tokoh publik juga menyampaikan kenangan mereka terhadap sosok penyanyi yang dikenal ramah tersebut.
Salah satu yang turut memberikan kesaksian adalah Habib Husein Jafar Al Hadar atau yang lebih dikenal sebagai Habib Jafar. Dalam pesannya, ia mengenang kebaikan Vidi selama hidup dan mengajak orang-orang yang pernah mengenalnya untuk turut memberikan kesaksian serupa. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Habib Jafar bahkan dengan tegas menyatakan keyakinannya terhadap kebaikan almarhum semasa hidup.
“Gue Bersaksi, ‘Vidi Orang Baik!’”
Ia juga mengajak orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Vidi, baik melalui karya maupun pertemuan langsung, untuk ikut memberikan kesaksian tentang kebaikan sang penyanyi.
“Kalian yang juga kenal Vidi Aldiano dari podcast atau karyanya yang lain, kalau tau kalau Vidi baik, bersaksi juga ya. Itu penting & sangat dibutuhkan Vidi. Buat Vidi, Al-Fatihah,” tulis Habib Jafar yang dikutip dari Instagramnya pada Minggu, 8 Maret 2026.
Sebagai informasi, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun. Kepergiannya juga bertepatan dengan bulan Ramadhan yang dianggap sebagai bulan penuh kemuliaan dalam Islam.
Habib Jafar pun menyoroti momen wafatnya Vidi yang terjadi di bulan suci tersebut.
“Vidi Wafat di bulan baik, Bulan Ramadan. Bulan yang kata Nabi Saw, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka,” kata Habib.
Menurutnya, kesaksian baik dari orang-orang yang mengenal almarhum merupakan hal penting dalam ajaran Islam.
“Disaksikan sebagai orang baik oleh orang-orang. Kata Nabi Saw, ‘...Jenazah yang kalian puji dengan kebaikan, wajib baginya surga...’”
Habib Jafar juga mengingatkan bahwa sakit yang dialami seseorang bisa menjadi cara Allah menggugurkan dosa-dosa. Hal ini ia kaitkan dengan perjuangan panjang Vidi yang bertahun-tahun melawan penyakit.
“Setelah menjalani ujian sakit bertahun-tahun. Kata Nabi Saw, ‘Tidaklah sakit seorang Muslim, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohon.’”
Lebih lanjut, Habib Jafar juga menceritakan kenangan pribadinya bersama Vidi Aldiano. Meski mengaku baru mengenal sang penyanyi beberapa tahun terakhir, keduanya cepat menjadi dekat karena sering berdiskusi mengenai agama.
“Sabda Nabi Muhammad, ‘Sebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal...’ Gue punya sedikit cerita dengan Vidi. Gue baru kenal Almarhum beberapa tahun ini saja. Tapi tiba-tiba jadi seolah sangat dekat,” terangnya.
Ia kemudian mengungkap bahwa Vidi sering mengundangnya untuk belajar bersama tentang Islam. Bahkan, almarhum juga sempat memperkenalkan Habib Jafar kepada keluarganya.
“Tapi tiba-tiba jadi seolah sangat dekat. Dan dekatnya itu karena Tuhan. Dia tiba-tiba ngenalin gue ke keluarganya untuk belajar bersama soal keislaman,” terangnya lagi.
Menurut Habib Jafar, almarhum juga beberapa kali mengadakan kajian kecil di rumahnya bersama teman-temannya. Vidi bahkan disebut aktif bertanya mengenai cara menjalankan ibadah dengan maksimal di tengah kondisi kesehatannya.
“Lalu bikin kajian di rumahnya bersama teman-temannya. Dan aktif chat gue nanya soal agama. Hingga akhir hayatnya masih sering nanya gimana cara agar dia bisa tetap maksimal ibadah di tengah sakitnya,” katanya lagi.
Bagi Habib Jafar, Vidi Aldiano adalah sosok yang menyadari bahwa sakit merupakan cara Tuhan mengingatkan manusia untuk kembali kepada-Nya.
“Dia sadar sekali kalau sakit itu tanda Tuhan rindu dan ingin kita kembali pada-Nya dengan ibadah,” ujar Habib.
Di akhir pesannya, Habib Jafar juga menyampaikan doa serta keyakinannya bahwa Vidi kini telah terbebas dari rasa sakit yang selama ini ia rasakan.
“Innalillah Vidi. Alhamdulillah sudah nggak sakit lagi. Kita semua cinta dia. Tapi Tuhan jauh lebih cinta,” ujarnya lagi.
Ia menutup kenangannya dengan keyakinan bahwa Vidi dipanggil Tuhan dalam keadaan yang baik setelah menjalani ujian hidup yang berat.
“Ia dipanggil saat dosanya sudah berguguran karena sakitnya dan dirinya semakin dekat dengan-Nya dengan ibadah-ibadahnya.”