Benarkah Minum Air Hangat di Pagi Hari Bisa Melancarkan BAB?

air hangat, minum air hangat, Benarkah Minum Air Hangat di Pagi Hari Bisa Melancarkan BAB?, Berasal dari tradisi pengobatan Timur, Bagaimana penjelasan secara ilmiah?, Mengapa bisa memicu BAB di pagi hari?, Apa yang perlu diperhatikan?

Minum segelas air putih hangat saat bangun pagi dianggap sebagai kebiasaan sederhana ini bisa langsung memicu buang air besar (BAB), mengurangi kembung, hingga membuat tubuh terasa lebih segar.

Tren ini sering dikaitkan dengan praktik kesehatan tradisional Asia Timur yang dipercaya membantu memperpanjang usia dan menjaga sistem pencernaan tetap optimal. Namun, benarkah ada dasar ilmiahnya?

Benarkah minum air hangat di pagi hari bisa melancarkan BAB?

Berasal dari tradisi pengobatan Timur

Kebiasaan minum air hangat di pagi hari sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM). 

Ahli gizi sekaligus edukator TCM, Zoey Xinyi Gong menjelaskan, dalam konsep TCM, tubuh tidak menyukai sesuatu yang terlalu dingin.

“Dalam TCM, kami tidak menyukai sesuatu yang dingin untuk tubuh karena dianggap mengganggu api pencernaan,” ujarnya, seperti disadur, SELF Magazine, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, air hangat memiliki efek sebaliknya, yaitu membantu menyalakan sistem pencernaan sejak pagi hari. 

“Hal itu dapat mengganggu pencernaan dalam jangka panjang dan menyebabkan berbagai jenis stagnasi, serta memicu gangguan seperti kembung dan gangguan cerna,” tambah dia.

Di Tiongkok sendiri, kebiasaan ini bukan sekadar tren, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya sehari-hari.

Bagaimana penjelasan secara ilmiah?

Meski populer, Gong mengakui bahwa belum ada penelitian khusus yang secara langsung membuktikan bahwa air hangat di pagi hari pasti memperlancar BAB.

“Secara ilmiah, tidak ada jawaban langsung atau bukti konkret yang secara spesifik meneliti hal ini,” katanya.

Namun, secara fisiologis ada beberapa penjelasan yang masuk akal. Pertama, air membantu melunakkan feses. 

Dehidrasi diketahui sebagai salah satu faktor risiko sembelit, sehingga mencukupi kebutuhan cairan memang dianjurkan untuk menjaga kelancaran BAB.

Kedua, suhu hangat dapat membantu merelaksasi otot-otot saluran cerna. Efek relaksasi ini bisa membantu pergerakan usus (motilitas) sehingga mendorong sisa makanan keluar lebih mudah.

Ahli gastroenterologi dari NYU Langone Health, Lisa Ganjhu, DO, juga menilai kebiasaan ini bukan hal baru. 

Ia menyebutkan, dalam Ayurveda, terdapat ritual serupa bernama usha paana, yaitu minum air hangat atau suhu ruang saat perut kosong di pagi hari.

“Minum air hangat di pagi hari membantu membuang racun, merangsang pencernaan, dan menghidrasi tubuh setelah beristirahat semalaman. Ini sangat baik untuk kesehatan usus,” tutur dia.

Mengapa bisa memicu BAB di pagi hari?

Selama tidur, sistem pencernaan berada dalam kondisi relatif lebih lambat. Ketika kita bangun dan mulai minum, sistem ini kembali diaktifkan.

Menurut Dr. Ganjhu, asupan cairan di pagi hari dapat membangunkan sistem pencernaan.

“Ini dapat membantu meningkatkan motilitas saluran cerna dan membantu mengeluarkan sisa makanan dari hari sebelumnya,” jelasnya.

Prosesnya berantai, yaitu cairan yang masuk akan mengaktifkan kerongkongan, lalu lambung, usus halus, hingga akhirnya kolon. Kolon adalah bagian terakhir sebelum proses BAB terjadi.

Dengan kata lain, bukan semata-mata karena hangatnya, tetapi kombinasi antara hidrasi dan stimulasi refleks gastrokolik atau refleks alami tubuh untuk BAB setelah makan atau minum.

Apa yang perlu diperhatikan?

Meski relatif aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Gong menyarankan agar suhu air tidak terlalu panas. 

“Idealnya sedikit lebih hangat dari suam-suam kuku untuk menghindari risiko iritasi pada lidah dan tenggorokan,” imbau dia.

Ia juga menyebut, sebagian orang menambahkan lemon, herbal, atau buah kering seperti goji berry. Meski begitu, Dr. Ganjhu menilai, air putih biasa pun sudah cukup memberikan manfaat.

Yang perlu diingat, jika sembelit berlangsung lama, disertai nyeri perut hebat, penurunan berat badan tanpa sebab, atau terdapat darah pada tinja, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang