Alasan Rasa Haus Tetap Ada Meski Sudah Minum Air
Hidrasi yang baik sangat penting untuk fungsi tubuh, karenanya setiap orang disarankan memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi. Walau begitu, terkadang kita bisa tetap merasa kehausan meski sudah menenggak air dalam jumlah banyak.
Kondisi ini lazim terjadi dan dipicu berbagai faktor, mulai dari tuntutan alami tubuh hingga ketidakseimbangan fungsinya.
"Air di tubuh membantu fungsi peredaran darah, pembuangan limbah, pengaturan suhu tubuh, serta hormon dan molekul sinyal yang dibutuhkan oleh sistem saraf diproduksi," jelas dokter di platform kesehatan virtual PlushCare, Linda Anegawa, mengutip Byrdie, Rabu (10/6/2026).
Spesialis penyakit dalam dr. Dana Cohen menambahkan bahwa menjaga cairan adalah langkah terpenting untuk mencegah penyakit kronis.
Panduan lengkap memahami dan mengatasi dehidrasi
Takaran kebutuhan air harian
Setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda. Sebagai gambaran, seseorang dengan berat badan 63 kilogram disarankan meminum sekitar dua liter air setiap hari.
Namun, angka ini bergantung pada pola makan, obat-obatan, kondisi lingkungan, paparan racun, hingga beban aktivitas fisik.
Selain air minum, cairan juga bisa didapatkan dari sayuran dan buah dengan kandungan air yang tinggi juga efektif.
"Jika kamu mengonsumsi lima hingga tujuh porsi sayuran yang disarankan setiap hari, kamu mungkin bisa memenuhi sekitar 75 persen air yang disarankan untuk berat badan, dan terhidrasi dengan baik," kata ahli diet dan nutrisi berlisensi, Caitlin Self.
Tanda tubuh kekurangan cairan
Gejala tubuh kekurangan cairan mencakup sakit kepala, tubuh lelah, kulit kering, sembelit, badan kaku, rambut rapuh, warna urine gelap, serta kram otot.
"Jika kamu tidak sering buang air kecil, itu pertanda lain bahwa kamu tidak mendapatkan cukup cairan sepanjang hari," tutur Self.
Ilustrasi air putih.
Pemicu haus berkepanjangan
Terkait kehausan yang menetap mesk sudah minum air putih, ada beberapa alasan di balik fenomena ini, yaitu:
1. Ketidakseimbangan elektrolit
Terkadang, jika kamu minum banyak air tetapi tidak mengonsumsi cukup buah dan sayuran, elektrolit alias natrium, kalium, magnesium, klorida, dan lain-lain, bisa terbuang bersama air.
"Tubuh kita memicu respons haus, yang menyebabkan kita minum lebih banyak air dan menyebabkan pengenceran elektrolit lebih lanjut," jelas Self.
2. Keringat berlebih
Saat berkeringat, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Saat kita banyak keringat lalu minum banyak air putih biasa tanpa elektrolit yang baru saja dikeluarkan, hal itu justru dapat membuang lebih banyak elektrolit, dan berbahaya untuk tubuh.
3. Rasa lapar
Gejala lapar terkadang mirip tanda dehidrasi, seperti mudah marah. Kondisi ini umum dialami individu dengan kadar gula darah tidak stabil.
4. Waktu penyerapan cairan
"Setelah minum air, cairan pada awalnya memasuki sistem peredaran darah lalu menyebar ke jaringan tubuh lain, yang akan menurunkan kandungan cairan dalam sirkulasi darah," kata dr. Anegawa.
"Jadi, meskipun kamu minum air dalam jumlah besar, mungkin diperlukan lebih banyak air untuk memastikan rehidrasi yang tepat," sambung dia.
5. Obat diuretik
Beberapa obat berfungsi membuang garam dan air. Penggunaan rutin bisa membuat tubuh kekurangan cairan dan elektrolit penting.
Cara tepat meningkatkan hidrasi
Untuk mengatasinya, jadikan air putih sebagai minuman utama, terutama saat cuaca panas.
Yang tidak kalah penting adalah mengatur jarak waktu minum. Sebab, menenggak air dalam jumlah masif sekaligus hanya membebani sistem tubuh. Jangan lupa dengan mengonsumsi cukup buah dan sayur.
Walau air putih sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengonsumsinya secara berlebihan juga membawa risiko lantaran bisa menyebabkan kondisi yang disebut dengan keracunan air.
"Yang mana kelebihan air mengencerkan elektrolit darah yang penting seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium," jelas dr. Anegawa.
Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi, seperti kram otot, tubuh lemah, gangguan irama jantung, hingga pembengkakan otak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang