Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kena Lemparan Flare, Oknum Fans Inter Milan Langsung Kualat
Dalam laga lanjutan Serie A Italia antara Cremonese vs Inter Milan di Stadio Giovanni Zini pada Senin 2 Februari 2026, ini hari WIB, terjadi insiden yang tidak hanya membahayakan pemain, tetapi juga berujung tragis bagi pelakunya.
Kiper Cremonese, Emil Audero, yang dikenal luas sebagai kiper profesional dan anggota Timnas Indonesia, menjadi korban setelah sebuah flare (kembang api/petasan) dilempar dari tribun suporter Inter Milan ke dalam lapangan dan meledak dekat area gawangnya.
Akibat ledakan tersebut, Audero mengalami luka bakar ringan dan bekas terbakar di kakinya, tetapi secara mengejutkan ia tetap mampu melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan medis di lapangan.
Pertandingan itu sendiri dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 2–0. Namun insiden tersebut memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Inter, Giuseppe Marotta, yang mengutuk tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak pernah ia alami” dan menegaskan bahwa perlakuan seperti itu harus dicegah di masa depan.
Embed Twitter
Namun kejadian yang paling dramatis muncul dari pelaku pelemparan flare itu sendiri. Menurut laporan Football Italiam oknum suporter Inter Milan yang melempar flare tersebut kemudian mencoba melempar perangkat lain, namun benda piroteknik itu meledak di tangannya sendiri, mengakibatkan kehilangan tiga jari pada tangan pelaku itu.
Kejadian ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya piroteknik di stadion sepak bola profesional. Benda-benda seperti flare atau petasan tidak hanya membahayakan pemain dan penonton lain, tetapi dalam kasus ini juga berujung pada cedera serius bagi orang yang menyalahgunakannya sendiri.
Pihak berwenang kini mengidentifikasi pelaku dan berencana menangkapnya, serta melarangnya kembali memasuki stadion di masa depan. Insiden ini juga memicu perdebatan tentang sanksi yang lebih tegas terhadap penyalahgunaan piroteknik di acara olahraga besar.