Wolves Degradasi Dapat Rp 2,8 Triliun, Inter Milan Juara Serie A Hanya Rp 598 Miliar
Wolverhampton Wanderers yang terdegradasi dari Liga Inggris ternyata mendapatkan pendapatan nyaris lima kali lipat lebih banyak dari juara Liga Italia, Inter Milan.
Wolverhampton Wanderers harus mengalami nasib nahas usai terdegradasi dari Liga Inggris setelah nyaris sepanjang musim duduk di posisi ke-20 klasemen.
Sempat bangkit kala ditangani Rob Edwards, Wolves hanya mampu menipiskan poin hingga berjarak dua angka dari peringkat ke-19 klasemen Liga Inggris, Burnley.
Ketimpangan Finansial Terjadi Antara Wolves dan Inter Milan
Ketimpangan finansial terjadi ketika Wolves yang terdegradasi dari Liga Inggris justru mendapatkan dana raksasa dibanding juara Serie A Italia, Inter Milan.
Seperti dilansir dari akun Twitter @DeadlineDayLive, Wolves disebut akan menerima pendapatan sebesar 120 juta poundsterling (sekitar 2,8 triliun rupiah).
Jumlah ini adalah akumulasi dari pendapatan hak siar dan parachute payment atau kompensasi finansial yang diberikan untuk tim Liga Inggris yang turun kasta.
Kompensasi finansial ini merupakan regulasioleh operator Liga Inggris agar klub yang terdegradasi tidak mengalami kebangkrutan karena turun kasta dan perbedaan pendapatan yang akan mereka terima di kasta kedua.
Namun, ketimpangan kemudian terjadi ketika membandingkan perolehan Wolves dengan uang hadiah Inter Milan, sang juara Liga Italia.
Pelatih Inter Milan, Christian Chivu, mengangkat trofi Coppa Italia. Inter Milan sukses merebut trofi Coppa Italia 2025-2026 usai mengalahkan Lazio 2-0 di partai final. Pertandingan Lazio vs Inter Milan berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
Inter Milan Dapatkan Dana yang Lebih Sedikit dari Wolves
Nerazzurri sukses mendapatkan gelar Liga Italia musim 2025-2026 usai duduk di posisi puncak klasemen dan berjarak sembilan poin dari posisi kedua, Napoli.
Selepas jadi juara Liga Italia, Inter kemudian hanya mendapatkan 25 juta poundsterling (sekitar 598 miliar rupiah) dari posisi klasemen dan distribusi hak siar domestik.
Tim asuhan Cristian Chivu ini bahkan harus bersiap untuk kembali bermain di Liga Champions dan membutuhkan dana besar.
Tentu saja, kondisi itu ibarat langit dan bumi, jika membandingkan dari posisi Wolves, yang merupakan tim pesakitan dan Inter Milan yang merupakan tim juara.
"Sebuah tim yang terdegradasi mendapatkan dana lebih besar daripada juara Liga Italia yang setidaknya mengungkap bahwa ada ketimpangan besar di keuangan sepak bola Eropa," ungkap akun @DeadlineDayLive.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang