Pengin Bersih Badannya Jadi Alasan Lula Lahfah Hapus Tato, Cerita Dara Arafah Bikin Merinding!
Kepergian Lula Lahfah tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menyisakan kisah-kisah personal yang perlahan terungkap ke publik. Salah satu cerita yang paling menyentuh datang dari Dara Arafah, sahabat dekat mendiang, yang mengungkap alasan di balik keputusan Lula menghapus tato di tubuhnya sebelum berpulang.
Cerita tersebut dibagikan Dara dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari YouTube Cumicumi. Menurut Dara, keputusan Lula untuk menghapus tato bukanlah topik yang pernah dibicarakan panjang lebar atau dijelaskan secara mendalam oleh sang selebgram. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Namun, justru dari jawaban singkat Lula, Dara menangkap makna yang kini terasa sangat dalam.
"Kalau misalnya ditanya, 'Lul kenapa hapus tato?' Misalkan gitu," ujar Dara Arafah mengenang, dikutip Selasa 27 Januari 2026.
"Terus dia selalu jawab, 'Enggak apa-apa, pengin hapus aja' kata dia gitu. Pengin bersih badannya', dia selalu ngomong gitu," sambungnya.
Ucapan sederhana itu kini menjadi potongan memori yang menggetarkan, terlebih setelah publik mengetahui bahwa Lula diam-diam menjalani perjuangan panjang melawan masalah kesehatan. Di balik sosoknya yang dikenal ceria dan penuh energi, Lula menyimpan ketakutan serta pergulatan batin yang jarang ia tunjukkan ke hadapan publik.
Pada 8 Februari 2020, Lula sempat mengungkap kondisi kesehatannya melalui media sosial. Ia menceritakan momen ketika dirinya mengalami sesak napas dan nyeri dada hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, ketakutan terbesarnya adalah kemungkinan adanya gangguan jantung.
"Tadi tiba-tiba susah banget buat napas terus dada nyeri banget sampai ke RS, ngeri jantung gitu, tapi pas diperiksa bersyukur banget ternyata gue asam lambung. Tetap sih nyiksa sakitnya, tapi setidaknya jantung gue sehat sentosa," tulis Lula Lahfah kala itu di X.
Meski hasil pemeriksaan menenangkan, kekhawatiran Lula rupanya belum sepenuhnya sirna. Ia kemudian diketahui mengidap GERD, kondisi yang sering kambuh akibat kecemasan dan overthinking yang ia alami.
Pada 24 November 2021, Lula kembali mencurahkan isi hatinya secara jujur di media sosial. Dalam tulisannya, ia mengaku terjebak dalam siklus ketakutan yang sulit dihentikan.
"Overthinking sampai GERD lalu makin overthinking karena takut meninggal," tulisnya.
Ungkapan tersebut kini dibaca ulang dengan perasaan pilu oleh banyak orang. Rasa takut Lula bukan sekadar soal penyakit fisik, melainkan kecemasan akan kemungkinan terburuk yang terus menghantui pikirannya.
Memasuki awal 2026, kondisi kesehatan Lula kembali menurun. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan membagikan momen tersebut lewat akun TikTok pribadinya. Meski demikian, Lula tetap tampil kuat dan jarang mengeluh, seolah tak ingin membebani siapa pun dengan kesulitannya.
Kini, pengakuan Dara Arafah mengenai alasan Lula menghapus tato terasa seperti pesan sunyi yang tertinggal. Keinginan Lula untuk “membersihkan badannya” seakan menjadi refleksi spiritual dan batiniah di masa-masa terakhir hidupnya.