Tragedi Banjir dan Longsor di Nduga, 23 Warga Hilang, Jembatan Roboh hingga Evakuasi Terkendala Cuaca

Tragedi banjir dan longsor melanda Distrik Dal dan Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIT.
Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah aliran Sungai Yuguru hingga menyebabkan 23 warga hilang terbawa arus.
Peristiwa tersebut disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena baru pertama kali terjadi di Kabupaten Nduga.
Awal Kejadian, Hujan Deras dan Pertandingan Bola Voli
Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, hujan deras mengguyur Distrik Dal sejak sore hari.
Saat itu, sejumlah warga baru saja mengikuti pertandingan bola voli antar distrik. Dalam perjalanan pulang, mereka melintasi jembatan di Sungai Panpan (Kali Panpan).
Namun, derasnya arus sungai membuat jembatan roboh, sehingga 15 orang di Distrik Dal terseret arus dan hilang.
Dari jumlah itu, 11 korban merupakan pelajar, sedangkan sisanya terdiri dari seorang petani, ibu rumah tangga dan seorang anak berusia enam tahun yang hilang bersama ayahnya, Libi Pokneangge (25), anggota TNI.
“Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsor dan banjir besar, sehingga menelan korban jiwa. Ada 15 orang warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (2/11/2025).
Banjir Meluas ke Distrik Mebrok
Tidak hanya di Distrik Dal, bencana juga menerjang Distrik Mebrok.
Sebanyak 8 warga di distrik tersebut dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsor dan terseret arus Sungai Yuguru. Dengan demikian, total korban hilang mencapai 23 orang.
“Kejadian ini adalah kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Nduga. Dalam kehidupan orang Nduga, belum pernah ada peristiwa seperti ini. Ini merupakan kejadian yang baru pertama kali terjadi,” ungkap Yoas Beon dalam keterangan video Humas Pemda Nduga yang diterima Kompas.com, Selasa (4/11/2025).
Kerusakan dan Dampak Bencana
Selain menelan korban jiwa, banjir dan longsor di Nduga juga menyebabkan puluhan rumah dan fasilitas umum rusak berat.
Akses jalan ke lokasi terdampak terputus, baik jalur darat maupun jaringan komunikasi.
BPBD Kabupaten Nduga melaporkan bahwa Kampung Dal dan Kampung Silan di Distrik Dal merupakan daerah paling terdampak.
Warga kini kesulitan mendapatkan bahan makanan, tenda, dan selimut, sementara akses bantuan sangat terbatas akibat cuaca buruk dan medan pegunungan yang berat.
Posko dan Koordinasi dengan TNI-Polri
Menindaklanjuti kejadian itu, pada Minggu (2/11/2025) malam, Pemerintah Kabupaten Nduga menggelar rapat tanggap darurat bersama unsur Forkopimda.
Beberapa langkah yang diambil, antara lain:
- Mendirikan posko tanggap darurat di Wamena sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan.
- Membuka pos cabang di Distrik Dal untuk mempercepat penyaluran logistik dan proses evakuasi.
- Melibatkan TNI/Polri, BPBD, Basarnas, dan lembaga kemanusiaan dalam upaya pencarian korban.
Yoas Beon juga melakukan koordinasi langsung dengan Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi untuk meminta bantuan armada udara.
“Bantuan helikopter TNI dikerahkan untuk menjangkau lokasi bencana dan mempercepat proses evakuasi serta pengiriman bantuan,” jelasnya.
Bantuan Rp 1 Miliar untuk Keluarga Korban
Pada Senin (3/11/2025), Yoas Beon turun langsung ke lokasi bencana di Distrik Dal untuk meninjau kondisi warga dan menyerahkan bantuan sebesar Rp 1 miliar serta paket sembako kepada keluarga korban.
“Kami menyerahkan bantuan Rp 1 miliar dan paket sembako kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga maupun rumah akibat banjir dan longsor,” ujar Yoas dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (4/11/2025).
Selain menyerahkan bantuan, Pemkab Nduga juga memimpin rapat koordinasi dengan TNI-Polri, BPBD, dan Basarnas Wamena guna mempercepat pencarian korban hilang di Distrik Dal dan Distrik Mebrok.
“Situasi ini berat, tetapi dengan kerja sama kita semua, pemulihan dan proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun longsor serta terbawa arus sungai bisa segera dilakukan,” tambahnya.
Upaya Pencarian Masih Berlanjut
Plt Bupati Nduga, Yoas Beon, saat berbicara di hadapan keluarga korban banjir dan longsor di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Senin (3/11/2025). Pemda Nduga telah menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 miliar rupiah dan sembako kepada keluarga korban dan warga yang terdampak banjir dan longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hingga Selasa (4/11/2025), upaya pencarian dan pertolongan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Basarnas, dan warga setempat.Menurut Aam, sapaan Abdul Muhari, belum ada laporan adanya pengungsian warga, tetapi pemerintah daerah terus memperbarui data dampak bencana.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman hidrometeorologi basah. Warga dapat memantau informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah,” kata Aam dalam siaran pers BNPB, Selasa (4/11/2025).
Ia juga menyebut, wilayah Papua Barat Daya saat ini berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Akses dan Kondisi Geografis Kampung Dal
Kampung Dal yang berada di wilayah pegunungan memiliki akses terbatas.
Sebelum bencana, jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter menjadi satu-satunya penghubung antara sisi timur dan barat kampung. Jembatan itu mampu menahan beban hingga 36 ton, menandakan sulitnya mobilitas di daerah tersebut, terutama saat debit sungai meningkat.
Bupati Yoas Beon mengajak seluruh pihak, baik pemerintah pusat, TNI-Polri, dan masyarakat, untuk bersatu dalam menghadapi bencana ini.
“Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan agar para korban segera ditemukan dan pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan lancar,” tutupnya.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan di Tribun-Papua.com dengan judul 15 Orang Hilang dalam Bencana di Kabupaten Nduga Papua Pegunungan, Berikut Nama Para Korban
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.