Akun Medsos Aurelie Moeremans Diteror Hacker, Terungkap Lokasi Pelaku

Aurelie Moeremans.
Aurelie Moeremans.

 Di tengah sorotan positif terhadap karya terbarunya, Aurelie Moeremans justru harus menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Aktris sekaligus penulis ini mengaku mengalami teror siber setelah merilis buku digital berjudul Broken Strings, sebuah karya yang mengungkap pengalaman traumatis masa lalunya terkait toxic relationship dan manipulasi.

Alih-alih menikmati respons hangat pembaca, istri Tyler Bigenho tersebut mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan pada akun media sosial pribadinya. Serangan digital itu bahkan diduga berasal dari wilayah Bogor, Jawa Barat. Aurelie mengungkap bahwa percobaan peretasan mulai terjadi intens sejak bukunya diluncurkan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Melalui unggahan di Instagram @aurelie, bintang film Story of Kale itu menceritakan awal mula kejadian yang ia alami.

"Tahun 2025 ditutup dengan cukup absurd, aku berhasil di hack," kata Aurelie Moeremans dalam unggahannya, dikutip Rabu 21 Januari 2026. 

Ia menjelaskan bahwa serangan tersebut tidak terjadi sekali, melainkan berulang hampir setiap hari.

"Jadi semenjak aku rilis buku aku yang Broken Strings itu, setiap hari ada yang coba masuk ke akun aku, email palsu, link link ngaco," lanjutnya.

Aurelie sempat membuat akun terpisah khusus untuk mempromosikan bukunya. Namun, upaya tersebut justru diikuti kejadian yang lebih serius.

"Tapi aku kan sempet bikin akun khusus buat buku aku jadi kalau aku mau upload tentang buku aku ada tempatnya sendiri gitu kan. Aku urus bentar bisa masuk lagi tiba-tiba ada notif ada yang login dari Bogor, dan setelahnya akunnya di-delete, hilang," terang Aurelie Moeremans.

Meski situasi tersebut cukup mengganggu, Aurelie mengaku tidak terlalu panik. Ia menyebut pengalamannya di masa lalu, saat aktif menyuarakan isu sosial dan politik, membuatnya lebih siap menghadapi ancaman peretasan.

"Tapi jujur aja good luck sih kalau mau hack akun aku yang ini. Apalagi waktu aku ngepost soal politik Indonesia banyak yang coba nge-hack, jadi aku udah berpengalaman," papar Aurelie Moeremans.

Di tengah teror digital yang dialaminya, Aurelie memilih untuk tetap menyoroti sisi positif dari Broken Strings. Ia menyebut buku tersebut telah menjangkau puluhan ribu pembaca dan memberikan dampak nyata bagi banyak orang.

"Sebel sih, tapi bukunya tetep udah dibaca 60 ribu orang, terus masih ada di link bio aku, dan sudah banyak orang yang terbantu dengan buku aku," ungkapnya.

Dalam beberapa pernyataan, Aurelie menegaskan bahwa karyanya bukan bertujuan mencari simpati publik. Ia ingin membuka mata masyarakat tentang bahaya child grooming yang kerap luput disadari.

"Ini bukan tentang aku. Ini tentang awareness. Supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak," tulis Aurelie dalam unggahannya belum lama ini.

Ia berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran berharga, terutama bagi anak muda, agar lebih waspada terhadap pola manipulasi sejak dini.

"Supaya anak muda tahu ciri-ciri child grooming dan bisa mengenalinya sejak awal. Supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat," pungkasnya.