Alasan Aurelie Tak Mau Repost Dukungan ke Broken Strings di Medsos, Ada Ancaman ke Hesti Purwadinata
Aktris Aurelie Moeremans menjelaskan alasan dirinya tidak lagi me-repost unggahan dukungan di media sosial terkait bukunya, Broken Strings.
Keputusan tersebut disampaikan Aurelie setelah perhatian publik terhadap buku itu semakin besar sejak dibagikan secara gratis.
Ia menegaskan langkah itu bukan bentuk ketidakpedulian terhadap dukungan yang datang.
Sebaliknya, keputusan tersebut diambil sebagai upaya melindungi orang-orang di sekitarnya.
Aurelie mengungkapkan bahwa unggahan ulang justru dapat membuka identitas pihak-pihak yang memberikan dukungan.
Hal itu berpotensi memicu gangguan hingga ancaman dari orang tak dikenal.
Pengalaman Repost Dukungan yang Berujung Ancaman
Dalam pernyataannya, Aurelie menceritakan pengalaman yang menjadi titik balik keputusannya.
Ia pernah me-repost unggahan dukungan dari Hesti Purwadinata terkait buku Broken Strings.
Namun setelah unggahan tersebut, Hesti dan suaminya justru menerima ancaman secara berkelanjutan. Ancaman itu diterima melalui berbagai saluran komunikasi pribadi.
“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp,” ungkap Aurelie dalam channelnya, dikutip Minggu (11/1/2026).
Aurelie juga menampilkan tangkapan layar pesan WhatsApp berisi ancaman yang diterima oleh suami Hesti dari pihak tak dikenal.
Ancaman Tak Ditanggapi, Tapi Tetap Mengganggu
Menurut Aurelie, ancaman tersebut memang tidak ditanggapi secara langsung. Namun, kondisi itu tetap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pihak yang menerima.
Ia menegaskan bahwa dirinya masih bisa menerima jika ancaman ditujukan kepadanya secara pribadi.
Namun, situasinya menjadi berbeda ketika orang lain ikut terdampak karena memberikan dukungan.
“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” ujarnya.
Aurelie Pilih Tidak Repost demi Keamanan Pendukung
Atas dasar pengalaman tersebut, Aurelie memutuskan untuk tidak lagi me-repost unggahan dukungan dari siapa pun.
Meski demikian, ia memastikan tetap membaca dan menghargai setiap dukungan yang masuk.
Menurutnya, tidak me-repost justru membuat identitas para pendukungnya tidak terekspos ke publik. Dengan begitu, mereka terhindar dari potensi ancaman yang tidak diinginkan.
“Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman nggak jelas,” jelasnya.
Dukungan Tetap Berarti bagi Aurelie
Aurelie menegaskan bahwa doa dan dukungan yang diterimanya tetap memiliki arti besar, meski tidak ditampilkan secara terbuka di media sosial.
“Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi kuat,” tutupnya.
Pernyataan Aurelie muncul di tengah perhatian luas publik terhadap buku Broken Strings, yang mengisahkan pengalaman personal, luka batin, dan proses pemulihan yang ia jalani setelah mengalami grooming pada usia remaja.
Buku Broken Strings karya Aurelie juga tidak dijual bebas, namun dapat diakses secara gratis melalui link yang ada di akun instagramnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang