Hanya 3 Posisi SPPG yang Diangkat Jadi PPPK, Ini Penjelasan BGN
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menjelaskan mekanisme pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan, tidak semua pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diangkat menjadi PPPK.
Pengangkatan tersebut hanya berlaku bagi jabatan tertentu yang memiliki peran inti dan strategis.
3 Posisi SPPG yang Diangkat Jadi PPPK
Nanik menjelaskan, hanya tiga posisi utama di lingkungan SPPG yang akan diangkat jadi PPPK, yakni, kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
"Di luar itu, termasuk relawan, tidak masuk dalam skema pengangkatan PPPK," ujar Nanik dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2026).
Hal ini disampaikan Nanik menyusul berkembangnya penafsiran mengenai pengangkatan pegawai SPPG sebagai PPPK.
Ia menyinggung Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.
Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa pegawai SPPG diangkat sebagai PPPK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Nanik menegaskan bahwa frasa pegawai SPPG dalam pasal tersebut tidak dimaksudkan untuk seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan harian.
Ketentuan itu hanya merujuk pada pegawai inti yang memiliki fungsi strategis.
Ia menjelaskan frasa pegawai SPPG dalam pasal tersebut merujuk secara spesifik pada pegawai inti dengan fungsi strategis, bukan seluruh personel yang terlibat dalam operasional harian SPPG.
Menurut Nanik, klarifikasi ini diperlukan agar tidak menimbulkan ekspektasi yang keliru di masyarakat, terutama bagi relawan yang selama ini aktif membantu pelaksanaan Program MBG di lapangan.
Nanik menekankan bahwa relawan tetap memiliki peran penting dalam ekosistem Program MBG.
Namun, status relawan bersifat partisipatif dan non-ASN sesuai dengan desain kebijakan yang telah ditetapkan.
"Peran relawan sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program, tetapi secara regulasi mereka tidak termasuk dalam kategori pegawai yang diangkat sebagai PPPK. Ini sudah dirancang sejak awal agar program tetap inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang