BMKG: Meski Masuk Peralihan Musim, Hujan di NTB Masih Tinggi hingga 10 April 2026

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masih tergolong tinggi pada awal April 2026.
Meskipun secara klimatologis, daerah ini mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau.
“Masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis,” kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Kamis (2/4/2026), dikutip dari Antara.
Peluang Hujan Masih Tinggi hingga 10 April
BMKG memprakirakan pada periode 1-10 April 2026, peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian masih cukup besar, yakni berkisar antara 50 hingga lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah NTB.
Bahkan, curah hujan dengan intensitas di atas 100 milimeter per dasarian masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, seperti:
- Mataram
- Lombok Tengah
- Lombok Timur
- Lombok Utara
- Sumbawa
- Sebagian wilayah Kabupaten Bima.
Menurut Nindya, seluruh wilayah NTB saat ini masih berada dalam fase musim hujan dan secara bertahap mulai beralih menuju musim kemarau.
“Saat ini seluruh wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan dan bersiap memasuki peralihan musim kemarau,” ucapnya.
Faktor Atmosfer dan Iklim Global
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, kondisi iklim global maupun regional saat ini berada dalam kondisi relatif netral.
Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino Southern Oscillation (ENSO) tidak menunjukkan penguatan signifikan dan diperkirakan tetap stabil hingga pertengahan 2026.
Selain itu, pola angin yang masih didominasi angin baratan serta aktivitas gelombang atmosfer turut memicu pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga mencatat curah hujan tertinggi dalam periode 21-31 Maret 2026 terjadi di pos hujan Santong, Kabupaten Lombok Utara, dengan akumulasi mencapai 209 milimeter per dasarian.
Sementara itu, indikator Hari Tanpa Hujan (HTH) di NTB masih tergolong sangat pendek, yakni berkisar antara satu hingga lima hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan masih cukup sering terjadi di sebagian besar wilayah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang